#BookTalk Bersama Bukik Setiawan, Penulis Buku Anak Bukan Kertas Kosong

Halo Kutukutubukuers.. Bagi kalian yang tidak sempat menyimak obrolan seru kutukutubuku bersama dengan Mas Bukik Setiawan pada hari Selasa, 14 April 2015 kemarin, kalian bisa simak hasil obrolan kami di sini ya.. By the way, Mas Bukik orangnya ramah banget loh guys, dan beliau nggak keberatan waktu kami ajak untuk ngobrol-ngobrol seru di #BookTalk untuk berbagi inspirasi tentang buku terbarunya yang berjudul Anak Bukan Kertas Kosong.Cover-Buku-ABKK

Pertanyaan:

Apa yang menginspirasi Mas Bukik untuk menulis buku Anak Bukan Kertas Kosong ?

Ada dua orang yang menginspirasi dengan caranya masing-masing, yaitu Ayunda Damai dan Ki Hajar Dewantara. Putri saya, Ayunda Damai, memberi pelajaran betapa luar biasanya anak-anak sebagai pembelajar alami. Saya tulis pelajaran dari Ayunda Damai, sekaligus merumuskan panduan untuk mengembangkan bakatnya. Meski terlambat, tapi ketika saya membaca buku Ki Hajar Dewantara (KHD), saya takjub dengan ajaran beliau. KHD meyakini setiap anak itu istimewa. Jangan dikte anak-anak, biarkan mereka tumbuh sesuai kodratnya. Jadi saya terinpirasi masa lalu melaluiKHD dan oleh masa depan melalui Ayunda Damai.

Apa ide utama yang Mas Bukik ingin sampaikan dalam buku Anak Bukan Kertas Kosong ini?

Pesannya pada judul buku, Anak Bukan Kertas Kosong. Anak adalah benih kehidupan yang mempunyai kodratnya sendiri. Anak dibekali dengan kemauan hidup dan kemampuan mengolah informasi (kecerdasan) sehingga jadi pembelajar alami. Karena itu, kita harus mengubah cara kita mendidik anak. Terlebih lagi kita akan menghadapi jaman kreatif. Dari wajib belajar menjadi belajar seasyik bermain, dari belajar apapun, menjadi belajar sesuai potensinya, dari pendidikan yang menanamkan, menjadi pendidikan yang menumbuhkan anak sebagai benih kehidupan yang utuh. Sebagai benih kehidupan, anak tumbuh berkembang melalui 4 fase yang saya jelaskan sebagai siklus perkembangan bakat.

Mas Bukik apakah ada komentar tentang sistem pendidikan di Indonesia saat ini?

Pendidikan kita, jauh meninggalkan ajaran Ki Hajar Dewantara, berorientasi hasil, membebani dan mendikte anak. Anak-anak masuk sekolah sebagai telur, benih kehidupan, yang utuh, dan keluar sekolah sebagai telur yang pecah, tak berdaya. Tapi saat ini pendidikan mulai berubah dari dicabutnya UN sebagai syarat kelulusan. Semoga bisa menyeluruh.

Apa tips dari Mas Bukik untuk orang tua yang ingin mengenali potensi anak sejak dini?

Stimulasi anak untuk melakukan beragam aktivitas, beri kesempatan menggunakan kecerdasan majemuknya. Amati anak ketika melakukan aktivitas, kenali perilaku anak yang paling seru, kenali kecerdasan majemuknya, ajak anak ngobrol mengenai perilaku anak yang paling seru itu. Pastikan anak memang menikmati perilaku tersebut. Perilaku anak yg paling seru itu adalah indikasi dari potensi anak, dan kembangkan potensinya.

Menurut Mas Bukik, di Indonesia saat ini, bagaimana peran keluarga dalam mendukung pendidikan anak? Apa yang perlu diperbaiki? 

Saat ini banyak keluarga yang melimpahkan tanggung jawab pendidikan anak ke sekolah, seolah-olah lepas tangan. Makna mendidik anak disempitkan artinya sebatas sebagai menyekolahkan. Orang tua harus mengambil alih kembali tanggung jawab mendidik anak. Mulai dengan belajar tentang pendidikan anak.

So, far bagaimana respon pembaca Mas Bukik pada buku Anak Bukan Kertas Kosong?

Responnya Bagus. Saya melihat banyak orang tua yang haus, penuh semangat belajar mengenai pendidikan anaknya. Mereka bukan hanya dari kota besar, juga dari berbagai daerah seperti Timika, Luwu Timur, Sangatta, Ambon, dll.

Siapa saja tokoh-tokoh yang banyak mempengaruhi pemikiran Mas Bukik?

Banyak tokoh yang berpengaruh. Seperti; Paulo Freire, Ki Hajar Dewantara, Fritjof Capra, Steve Jobs, Ino Yuwono, dan lain-lain.

Apa saja sih buku-buku bacaan favorite Mas Bukik?

Toto Chan, Tetralogi Bumi Manusia, Taiko, Burung-Burung Manyar, Matilda dan Samurai.

Terakhir nih Mas Bukik, share tips dong untuk Kutukutubukuers, tips mengatur waktu agar bisa tetap rajin membaca dan menulis

Susah untuk rajin huehehehe… Untuk membaca, matikan gadget secara berkala, bacalah buku yang disuka. Sedangkan untuk menulis, alokasikan waktu khusus, waktu yang tanpa atau kecil kemungkinan terjadinya gangguan.

 

Nah, sekian deh ngobrol-ngobrol seru bersama Mas Bukik Setiawan, semoga apa yang telah di tulis ini bisa menjadi motivasi bagi para orang tua dan calon orang tua dalam mendidik anak.. Dan bagi kamu yang penasaran sama buku Anak Bukan Kertas kosong, kamu bisa beli bukunya di kutukutubuku.com dengan diskon 15% loh! Untuk pemesanannya gampang nih Kutukutubukuers, kamu bisa order via email di admin@kutukutubuku.com , via web dengan klik http://kkb.co/46616 , atau via BBM di 545B8F4E ^^

Merayakan #WorldBookDay 2015 dengan #SelfieBuku: 24 Books in 24 Hours!

Banner_selfiebook800

Memperingati HARI BUKU SEDUNIA a.k.a World Book Day yang jatuh pada tanggal 23 April 2015 kemarin, kutukutubuku.com ikut menyemarakkannya dengan mengadakan kontes foto  #SelfieBuku loh. Hadiah yang sudah disiapkan luar biasa banget loh, 24 buku GRATIS selama 24 jam untuk 24 orang dengan foto spektakulernya bersama buku (WOW!). Kontes tersebut dimulai pukul 00.00 WIB tanggal 23 April sampai dengan pukul 00.00 WIB tanggal 24 April, sementara pemenangnya sendiri dipilih setiap jam… Dari sekian banyaaaaak foto #SelfieBuku kutukutubukers yang masuk ke akun Twitter dan Instagram kutukutubuku, maka terpilihlah 24 foto.

Berikut 24 foto yang menurut kami ‘spektakuler’ sekaligus yang menang di kontes #SelfieBuku spesial perayaan #WorldBookDay 2015:

1. @vikarwk

01

2. @jessicaquamarin

02

3. @ummihasfa

03

4. @chynrm

04

5. @siimisfil 

05

6. @_NanaKu_ 

06

7. @firaannisa_

07

8. @wivindava

08

9. @SCRachmawati

09

10. @ravikasesiana

10

11. @pelangijingga

11

12. @DhifnadhifRafid

12

13. @pra_ton

13

14. @TheredYmr

14

15. @NailaUmniyyati1

15

16. @rahmanifestheo

16

17. @ludyakasanova

17

18. @adipulomanan

18

19. @athaya2007

19

20. @falfanyfitri

20

21. @ninaypurwanto

21

22. @yuska77

22

Nah itu tadi pemenang #BookSelfie yang masuk ke Twitter kutukutubuku, kalau yang dibawah ini yang menang di Instagram nih kutukutubukuers…

23. @mentariinnp

23

24. @indrydama

24

Sekali lagi, kami ucapkan selamat kepada para pemenang! Untuk Kutukutubukuers yang lain yang belum sempet ikutan, atau yang udah tapi belum beruntung, jangan menyerah ya! Akan ada #SelfieBuku, promo-promo, dan kuis-kuis seru lain. Nah, buat kalian yang belum follow twitter dan instagram kami, ayooo segera follow twitter kami di @kutukutubuku & instagram kami di @kutukutubukuers

Selamat bercengkrama dengan buku favoritmu ^^!

Pemenang #MyKartini 2015

Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April 2015 kemarin, kutukutubuku.com kembali bagi-bagi hadiah loh buat Kutukutubukuers! Hadiahnya adalah Voucher Diskon 30% buat kutukutubukuers yang sudah mengirimkan fotonya bersama dengan sosok #MyKartini-nya lewat Twitter, Facebook, atau Instagram kutukutubuku.

Setelah melewati seleksi yang tidak terlalu ketat (lho? hehehe), maka terpilihlah dua orang pemenang yang beruntung. Langsung aja cekidot nih pemenang #MyKartini 21 April 2015 :

01

02

 

Selamat kepada @restiechii  dan @sannywannatell yang telah ikut berpartisipasi mengirimkan foto bersama dengan #MyKartini-nya dan juga terpilih sebagai pemenang. Nah, buat kutukutubukuers yang belum beruntung atau belum berpastisipasi, jangan berkecil hati dan jangan sungkan untuk ikut berpartisipasi yaaa di event berikutnya ^^. Jangan lupa untuk follow TwitterFacebook, atau Instagram kutukutubuku untuk mendapatkan info promo-promo menarik lainnya.

Have a good day kutukutubukuers! :*