Saat itu saya masih kelas satu SMP saat mengenal Ibu Rosa. Beliau masih sangat muda saat itu, mungkin belum sampai 25 tahun. Tetapi kualitas mengajar beliau tidak diragukan lagi. Murid-murid juga senang dengan cara mengajar beliau. Suatu hari saya mendapat nilai sempurna 100 dalam ulangan harian. Saya senang sekali. Saking senangnya saya berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Bu Rosa. Norak sekali memang. Beliau hanya tersenyum dan berkata “Maksimalkan jika ini memang bidangmu. Later, you will understand the wisdom of languages”.
Sejak saat itu saya sadar kalau Bahasa Inggris adalah bidang saya. Saat saya lulus SMA dengan nilai rata-rata yang biasa saja, saya masih sangat bangga dengan nilai Bahasa Inggris saya yang sangat memuaskan. Ini membuat saya semakin mantap untuk melanjutkan kuliah ke jurusan Sastra Inggris. Tetapi di luar perkiraan, Om saya yang akan membiayai kuliah saya mewajibkan saya kuliah ekonomi. Orang tua saya yang saat itu memang sedang kesulitan biaya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya pun hampir menyerah dan mengikuti keinginan Om saya. Tetapi saya ingat kata-kata Bu Rosa “Maksimalkan jika ini bidangmu”. Saya pun bersikeras kuliah Sastra Inggris meskipun mendapat tentangan. Saya pun harus rela bekerja untuk membiayai kuliah saya sendiri.
Ibu Rosa benar, potensi saya akan maksimal jika saya memilih bidang yang tepat. Tanpa mengecilkan peran guru-guru lain dan dosen-dosen saya , prestasi yang saya raih di kampus juga merupakan hasil dari petuah Ibu Rosa. Saya pun akhirnya sadar bahwa saya memang in dalam bidang bahasa. Saya pun belajar beberapa bahasa asing lainnya. Dan secara otomatis saya belajar budaya dan sastra dari beberapa negara yang berbeda. Ibu Rosa benar, I finally can understand different people through learning their languanges.
Saat ini pekerjaan yang saya geluti pun tidak jauh dari buku dan bahasa. Saya bekerja sebagai editor sebuah penerbitan di Jogja dan kadang masih menyempatkan diri mengajar les bahasa. Saya oun tak pernah lupa pesan Ibu Rosa “Maksimalkan jika ini bidangmu” . Pesan itu yang selalu saya kenang.. because… indeed, we can be great in our very right field.
Terima kasih Ibu Rosa.. You are so inspiring… ^_^
Ditulis oleh Terry, pemenang #kutuhariguru twitter competition berhadiah 1 buku untuk Terry dan 1 buku untuk guru favorite-nya. Selamat ya! ^^
|4 Comments »|Selamat kepada 10 orang pemenang buku “Feel The Fear And Do It Anyway“ yang sudah berpartisipasi di kontes bagi-bagi buku gratis kami di facebook page kutukutubuku.
- Ivana Iph
- Setyagus Sucipto
- Debbie Tea
- ‘ope’ Maria Yuliana Sutrisni
- Haris Fadhillah
- Dede Rahmat
- Aldilas Achmad Nursetyo
- Budi Seplawan
- Dona Kalit
- Rina Anggi Riani
Kami akan mengirimkan pemberitahuan via message di facebook masing2 pemenang.
Thanks guys atas partisipasinya & STAY TUNE for our next book giveaways! Jangan lupa add kami di facebook page & twitter kutukutubuku untuk mendapatkan info bagi-bagi buku gratis terbaru
Special thanks untuk penerbit ABDI TANDUR
|3 Comments »|
Apakah ada beberapa dari hal berikut yang Anda takuti?
- Ketakutan untuk Berbicara di depan umum
- Ketakutan untuk membuat keputusan
- Ketakutan untuk Intim dengan lawan jenis
- Ketakutan untuk berganti pekerjaan
- Ketakutan untuk Sendiri
- Ketakutan untuk Menjadi Tua
- Ketakutan untuk Menyetir
- Ketakutan untuk Kehilangan seseorang yang dicintai
- Ketakutan untuk mengakhiri hubungan?
Apapun rasa takut anda, buku yang diterbitkan oleh penerbit abdi tandur ini akan membekali Anda dengan sarana dan bayangan yang akan meningkatkan kemampuan anda untuk menangani situasi apapun.
Menangkan 10 Buku Gratis – Feel The Fear And Do It Anyway:
- Become a Fan di Facebook Page Kutukutubuku.com
- Tulis Ketakutan terbesar Anda (your biggest fear) di artikel terkait di Facebook Page Kutukutubuku.com
- 10 pemenang akan dipilih secara acak












