Posted By : Ollie
In : Bugs Talk
On Monday, October 27th, 2008, 10:58 am

Provoke adalah majalah gratis untuk anak remaja di Jakarta. “Remaja? Lu kan dah setengah baya, Li!” Shut up! Hehehe. Gue tau majalah ini dari Aoura, Managing Director Provoke sekaligus Simple Media, penerbit yang menerbitkan salah satu buku gue, Burung-Burung Kertas.

Pertamanya gue pikir Provoke ini majalah yang gitu-gitu aja. I’ve read teens magazine dan gue udah nggak bisa baca alias nggak sama jalan pikirannya. Tapi dengan Provoke sensasinya berbeda!

Mulai dari design. Gue demen banget sama design-design covernya. Dan ternyata itu yang ngerjain adalah designer freelance pilihan yang ada profile-nya juga di dalam majalah. Kalo di majalah cewek, ini kayak cover story-nya lah. Which is good idea. Design-design bagian dalamnya juga sangat kreatif banget. Layoutnya oke sehingga bacanya enak. Nggak remaja-remaja amat, gayanya masuk ke semua usia.

Tema. Tiap edisi, Provoke menampilkan tema-tema yang berbeda yang akan menjadi theme untuk keseluruhan isi majalah. Tema untuk Provoke kali ini adalah ‘Ignorance is Bliss’. Intinya, lebih baik nggak tau dari pada tau haha. Contohnya, kemarin waktu lagi kehausan banget, dah siap-siap beli es cendol. Tiba-tiba, abangnya melemparkan es batu ke tanah. BRAK. Belum pecah. BRAK. Pecah berkeping-keping. Kemudian siap-siap dipake deh buat minuman kita-kita. Huwaaaa. Mending gak liat deh. Akhirnya ga jadi minum.

Rubrik Favorite. Semua rubrik Provoke ditulis dengan smart dan readable. So, I have so many favorite rubrik. Untuk edisi ini saya suka bahasan utamanya ‘Ignorance is Bliss’ di halaman 20. Karena basically gue juga orangnya ignorant. I do what I want to do. I find my own path to happiness. And I won’t let anybody interrupting the process. Tapi in the same time, gue juga tolerant. Mungkin karena pengaruh ignorant itu tadi hehe. My mom asked, kok bisa-bisanya lu pake celana yang panjang sebelah (karena kelimannya rusak). I said to her, yang penting itu adalah attitude. Jika kita confidence enough and ignore the small flaw, people won’t notice. Sebaliknya jika kita nervous, people will eventually find out the flaw.

Yang gue suka juga dari Provoke, mereka seem like bisa mengakomodir pihak-pihak yang beriklan di sana, sehingga iklan-iklannya bisa masuk dan dicerna oleh pembaca, tanpa terkesan memaksakan. Salah satunya adalah rubrik Smartbizz with Prasetya Mulya business school. I like it. Rubrik ini berisi interview dengan salah satu entrepreneur muda yang udah sukses menjalankan bisnis. Sangat mendidik.

Last but not least, Provoking Artist of The Month-nya kali ini adalah Christian Sugiono. I love the interview. I love the guy. He’s so smart! Sekarang Christian juga punya blog yang rajin di-update. Asiikk!

Kalau penasaran pengen baca, Kutukutubuku.com bakal ngirimin Provoke gratis buat kamu kalau kamu beli Jakarta Weekend Bible (biar nggak bingung waktu weekend mau ngapain aja) and Burung-Burung Kertas (buku gue loh! Beli dong…!). Ditunggu pemesanannya…

|3 Comments »|
Posted By : Ollie
In : Bugs Talk
On Monday, September 29th, 2008, 6:34 am

Kepala saya masih berat saat keluar dari studio 1 setelah menonton Laskar Pelangi The Movie, hasil dari menahan semua emosi yang membuncah dari dada saya. Film ini sangat menyentuh secara emosional. Dari detik pertama saya lihat scene jalanan Belitung, mata saya langsung berkaca-kaca. Saya merasa kangen yang luar biasa pada kota ini. Maklum, saya baru dari Belitung beberapa bulan lalu dan sangat terkesan dengan keindahan pantainya. Saat itu saya berpikir, saya saja merasa seperti ini, apalagi Andrea Hirata! Bagaimana perasaannya melihat kisah masa kecilnya di-filmkan??! Pasti memories after memories mendatanginya dan pasti lebih berat lagi untuk menarik napas dan kembali pada masa kini setelah film-nya selesai. (Ternyata benar, Andrea Hirata pun sangat tersentuh dengan film ini).

(Silahkan membaca postingan ini sambil mendengarkan OST Laskar Pelangi by Nidji)

Saya masih ingat pertemuan saya dengan Andrea Hirata bulan February 2007 di Bandung. Saat itu, ia masih dalam taraf ngobrol-ngobrol dengan Riri Reza. Dari yang saya tangkap, Andrea Hirata sangat berhati-hati dan cenderung idealis dalam memilih orang yang tepat untuk membuat film Laskar Pelangi. Terbukti, pilihan Andrea Hirata untuk bekerja sama dengan Miles Production sangat tepat. Film-nya luar biasa. Dari awal sampai akhir tidak ada bagian yang membosankan. Semua pemeran film ini bermain total dan semuanya layak disebut ‘bintang’, terutama Cut Mini, pemeran Bu Muslimah serta tak lupa anak-anak Belitong pemeran Laskar Pelangi. Angel claims, “This is the first Indonesian movie that I can enjoy, ever!“.Totally agree!

Bagi yang belum baca (aduh, masa belum baca?!), novel Laskar Pelangi adalah novel pertama Andrea Hirata yang ditulis untuk guru SD-nya, Bu Muslimah, yang sangat berjasa mengajar 10 orang murid yang bersekolah di SD Muhammadiyah Gantong (termasuk Ikal, sosok masa kecil Andrea). Novel ini dimaksudkan untuk dikirimkan ke Bu Muslimah. Bukan untuk diterbitkan. Tapi salah seorang teman Andrea diam-diam mengirimkannya ke penerbit. And the rest is history. Baca kisah saya menemukan Laskar Pelangi untuk pertama kalinya.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari film ini. Yang paling kental adalah rasa percaya bahwa setiap manusia memiliki potensinya masing-masing, dan setiap mimpi itu sesungguhnya bisa terpenuhi. Quote dari Pak Guru tentang bagaimana kita harus berpikir untuk memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya juga sangat mengena.

I believe this movie has been an inspiration for many. Guru-guru jika menonton film ini pasti sangat sangat sangat terinspirasi. Bayangkan, kalau Bu Muslimah tidak begitu memperjuangkan anak-anaknya, mungkin sosok Andrea Hirata yang sekarang kita kenal tidak akan pernah ada. Mungkin ia masih di Belitung, mengerjakan entah apa.

Now, the fun part. Karena saya, Angel dan Mery baru dari Belitung, semua yang di film itu masih fresh terekam di otak.

Sekolah Laskar Pelangi, we’ve been there! Kita bahkan sempat bikin video sekolah Laskar Pelangi juga. Check it out! Oh ya, saya sempat bengong pas tau Lintang rumahnya di pantai terus sekolah di situ. Which kalau naik mobil aja bisa 2 jam!! Trus Ikal beli kapur di Manggar, dari Gantong ke Manggar naik mobil ngebut aja 45 menit!!

Adegan anak-anak Laskar Pelangi bermain di ilalang belakang sekolah, kami juga sudah guling-gulingan di situ.

Main-main di batu-batu besar juga kita lakoni…

Last but not least, satu yang menurut saya kurang dari film ini… pantai Belitungnya kurang ditampilkan hehe. Oke memang ada, tapi kurang!! Lagi! Soalnya banyak banget yang bagus-bagus seperti di foto-foto liburan saya ini. *Loh, tapi kan nggak sesuai ama cerita jadinya* Nggak peduli!! *LOH* Hehehe.

Bravo untuk Laskar Pelangi, baik novelnya maupun film-nya! Sukses terus ya.

UPDATE: Promo Oktober 2008 di Kutukutubuku.com, Paket Andrea Hirata (Laskar Pelangi, Sang Pemimpi dan Edensor), Diskon 20%!

|13 Comments »|
Posted By : Ollie
In : Bugs Talk
On Wednesday, September 24th, 2008, 11:45 am

It’s Dhita’s Birthday yesterday. Kita semua merayakannya dengan suka cita. Yang lebih spesial adalah kehadiran tamu istimewa di kantor Kutukutubuku.com, Inge dan Marcel :) Mereka ini Kutu Buku loh! Kamu juga kan?

|4 Comments »|