Category Archives: Bugs Talk

Pengadaan Buku – Corporate Order

Hubungi kami untuk memesan buku dalam jumlah besar atau Corporate Order.

Kami siap membantu Anda!

Siapa yang membutuhkan buku dalam jumlah besar atau Corporate Order?

Perusahaan, Institusi & Yayasan
Gunakan buku-buku pilihan untuk:

  • Training pegawai
  • Hadiah bagi karyawan berprestasi
  • Bagian dari marketing produk Anda
  • Kegiatan sosial/CSR

Sekolah, Kursus & Perpustakaan
Gunakan buku-buku pilihan untuk:

  • Meng-update buku perpustakaan
  • Sebagai bahan belajar mengajar
  • Kegiatan ekstra klub membaca
  • Sebagai hadiah siswa berprestasi

Penyelenggara Seminar/Workshop/Event
Gunakan buku-buku pilihan untuk:

  • Pelengkap dalam seminar/workshop/event Anda
  • Hadiah/benefit untuk audience

Taman Bacaan
Gunakan buku-buku pilihan untuk:

  • Menambah koleksi taman bacaan
  • Membeli buku dari bermacam penerbit cukup dari satu tempat saja

Buku apa saja yang kami sediakan?

Buku-buku yang kami sediakan akan kami sesuaikan dengan pesanan anda.  Anda bisa mengirimkan list buku yang anda butuhkan lengkap dengan informasi penerbit/penulis/ISBN dalam bentuk Ms. Word/PDF/Ms. Excel. Dan pastinya, kami juga selalu merekomendasikan buku-buku terbaru, terbaik, dan terlaris yang sesuai dengan kebutuhan pesanan anda.

Kami juga siap membantu pengadaan buku import dengan jumlah sedikit ataupun banyak, baik dari Amazon, Barnes and Noble, dll.

Keuntungan yang anda dapatkan dengan melakukan Corporate Order di kutukutubuku.com adalah anda tidak harus repot-repot mengubungi penerbit satu persatu. Anda bisa langsung membeli buku dari berbagai penerbit cukup melalui kami saja dan pastinya dengan diskon pula.

Kemana harus menghubungi kami?

  1.  Email : admin@kutukutubuku.com
  2. Phone : 021-7981283

Format email:

- Kirimkan data penanggung jawab seperti : Nama // Alamat // Jabatan (opsional jika dari perusahaan/yayasan) // No. HP
- Lampirkan list buku yang anda butuhkan

Atau anda bisa datang langsung ke alamat kami di :
Gedung ILP Centre Lt 3 R01
Jl Raya Pasar Minggu No.39A

12780

*office hours (Mon-Fri 8am-5pm)*

#BookTalk What to Expect from Twivortiare 2 with Ika Natassa

IMG-20141206-WA0003

Beruntung sekali saya bisa bertemu Ika Natassa kembali di Jakarta setelah awal pertemuan kami di Medan beberapa tahun yang lalu. Kali ini Ika meluncurkan buku terbarunya Twivortiare 2, yang merupakan lanjutkan buku Twivortiare yang sukses menjawab rasa penasaran pembaca atas kelanjutan kisah dari Divortiare. Berikut hasil ngobrol-ngobrol dengan Ika:

Ollie: Setelah 2 tahun Twivortiare, akhirnya kamu mengeluarkan Twivortiare 2. Apa sih yang ingin kamu sampaikan dalam buku ini?

Ika: Sebenarnya sih aku ingin memberikan apresiasi ke pembaca, karena pembaca itu suka banget dengan buku yang sebelumnya Twivortiare pertama, mereka merasa bukunya gantung, awalnya aku bikin akun Twitter dengan karakter dari Divortiare sambil ngetweet biasa aja, tapi ternyata banyak yang mention dan bilang “Mba Ika, kalau aku mau baca tweetnya dari awal capek, boleh gak di print aja?” Akhirnya terbitlah Twivortiare. Setelahnya aku masih tetap ngetweet di akun tersebut walaupun gak terlalu sering seperti dahulu, akhirnya ada yang minta lagi buat lanjutannya.

Ollie: Tiba-tiba ada bayi di Twivortiare 2, apa yang membuat kamu mengambil ‘twist’ ini?

Ika: Ceritanya, setelah Alex beberapa tahun menikah tapi belum hamil-hamil kan, akhirnya aku bikin ia hamil hingga melahirkan. Awalnya foto bayi aku beli dari kayak situs stock photos gitu, tapi kan karena dia ngetweet kehidupan sehari-hari otomatis bayinya makin lama makin gede dong. Suatu hari temenku punya temen yang anaknya lucu terus di posting di Path dan aku iseng, gimana kalau kita jadiin modelnya. Aku tanya sama Mamanya boleh gak, dan Mamanya mengizinkan. Dan akhirnya aku sering dikirimin foto dari mulai bayi sampe sekarang sudah 18 bulan.

Ollie: Aww… lucu banget! Setelah aku baca-baca tweetnya, spesifik banget pengalaman pasangan suami istri dan satu bayi pula, kamu risetnya gimana?

Ika: Nggak ada sih. Kalau dulu tentang cerita perkembangan kehamilan aku pakai aplikasi namanya ‘What to Expect” aku lupa waktu itu berbayar atau gratis, caranya hanya masukin tanggal terakhir umur bayi tersebut kemudian setiap hari akan ada update perkembangannya. Jadi ketika Alexandra-nya hamil aku bikin akun atas nama dia dan aku tahu tiap hari bayinya berkembang tentang apa.

Ollie: Seru banget! Kamu benar-benar nggak memperhatikan teman-teman kamu yang menikah atau apa untuk risetnya?

Ika: Nggak punya waktu, karena itu ngetweetnya kan sambilan, di kantor juga gak kepikiran yang seperti itu. Misalnya mau jalan ke nasabah terus di jalan aku tweet, aku nggak bikin rencana dia mau hamil kapan, dia mau melahirkan kapan, jalanin saja. Namun kalau kehabisan ide untuk ngetweet, ya sudah menghilang saja untuk beberapa hari, dan setelahnya bilang sibuk untuk beberapa hari yang terlewat tersebut.

Ollie: Haha… good idea. Pertanyaan ini mewakili pembaca baru, mengapa mereka harus baca Twivortiare 2?

Ika: Karena menurut aku membaca Twivortiare itu seperti membaca kehidupan orang yang sesungguhnya yang kadang-kadang ada masa datarnya, nggak ada kejadian yang bergairah dalam hidup, tapi ada kejadian dalam hidup kita yang bikin ribet dan kemudian tiba-tiba kehidupan kembali damai. Kehidupan Alexandra sendiri tidak dibuat layaknya novel yang ada pembukaan, ada konflik dan ada solusinya. Tapi buatnya kayak hidup, ada beberapa konflik yang tidak selesai-selesai. Kalau di luar orang bisa lihat Alexandra orang kantoran biasa, padahal di belakang ada perjuangan hidup yang harus dihadapin, tapi juga manusiawi kalau lagi bete juga ngobrolnya di Twitter juga.

Di sini aku mau kasih semacam sahabat virtual untuk pembaca. Karena pernah ada yang curhat sama Alexandra dan aku jawab sesuka hatiku dan ternyata malah banyak yang curhat tentang apapun dan akhirnya aku jawab dengan gaya bicara Alexandra dan akhirnya banyak yang suka. Ini bisa jadi ajang virtual best friend pembaca, karena mereka bisa ngobrol dan curhat tanpa harus takut dihakimi, karena Alexandra ini tidak ada.

Ollie: Sejauh ini, Hubungan Alexandra dan Beno seperti apa?

Ika: Biasa-biasa aja, layaknya keluarga pada umumnya, kadang ada berantemnya. Aku mau menunjukan di situ pada akhirnya, akan ada sesuatu yang baru, sesuatu hal yang bikin geregetan.

Ollie: Buku ini akan segera keluar, kapan?

Ika: Tepatnya tanggal 17 Desember 2014.

Thanks a lot Ika untuk waktunya!

Guys, pesan sekarang buku Twivortiare 2 di Kutukutubuku.com ya!

#KoinSastra

Pada tanggal 18 Maret 2011, terdengar kabar yang kurang mengenakkan untuk para penggiat dan pecinta Sastra. Jujur, aku baru mengetahuinya dari linimasa twitter keesokan harinya, tak sengaja membaca tweet abang Sitok Srengenge mengenai rencana penutupan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang terletak di Cikini, Jakarta Pusat.

Maka Bang Sitok pun memberi info seputar Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (selanjutnya ditulis PDS HBJ) yang dapat kalian lihat di sini. Ini sangat penting untuk kita sadari bersama, bahwa ternyata karya sastra Indonesia itu luar biasa indah dan bernilai sejarah tinggi. Banyak sekali koleksi PDS HBJ yang tak dapat kita temui lagi meski itu di toko buku bekas atau loakan.

Beberapa koleksi itu sempat difoto oleh akun Kotakatak yang dimotori oleh kang Diki Umbara:
1. Karya HB. Jassin lihat di sini
2. Surat Motinggo Boesjo kepada HB Jassin lihat di sini
3. Surat HB Jassin kepada Motinggo Boesjo lihat di sini

Mencuatnya masalah ini kemudian ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang meminta maaf karena lalai mengawasi alokasi dana perawatan dan pemeliharaan koleksi dan ruangan PDS HBJ. Lantas tersiar kabar bahwa salah satu partai politik bersedia mengucurkan dana sebesar yang dibutuhkan untuk menyelamatkan keberadaan PDS HBJ, tetapi langsung ditolak oleh Yayasan. Beritanya dapat dilihat di sini.

Karena rasa cinta yang mendalam terhadap kelangsungan hidup PDS HBJ dan keselamatan sumber karya sastra terbaik Indonesia itulah, maka beberapa penggiat sastra seperti bang Hasan Aspahani di Batam, mas Nanang Suryadi di Malang, bli Putu Fajar Arcana di Jakarta, dan teteh Zeventina di Bandung langsung menggelar acara penggalangan dana yang disebut #KoinSastra.

Kemudian aku mengetahui tentang gerakan #KoinSastra yang akan menggelar Konser kepedulian pada tanggal 13 April 2011 di Bentara Budaya Jakarta dan sejumlah seniman dikabarkan akan ikut serta. Salah satunya adalah Dewa Budjana, yang pertama kali secara spontan menyatakan keinginannya bergabung.

Selain itu, mas Khrisna Pabichara, seorang penyair, mulai mengkoordinir penyelamatan koleksi PDS HBJ. Selain pendataan dan pendokumentasian ulang seluruh koleksi, ada rencana lain yang ditawarkan oleh mas Khrisna, yaitu:
1. #koinsastra merancang kegiatan menggugah minat siswa SMP/SMA menjadikan #PDHBJassin sebagai #wisatabuku, konsepnya 1 sekolah 1 minggu
2. #koinsastra menawarkan bantuan untuk pendokumentasian data sastra seperti kliping, pendataan buku baru, pemindahan data ke komputer
3. #koinsastra mengajak komunitas mana saja untuk aktif menyambangi #PDHBJassin dgn harapan menjadi basis kegiatan literasi.
4. #koinsastra menawarkan digitalisasi data demi menjaga kesinambungan & keamanan data terutama guna mengantisipasi kondisi tak terduga.

Gerakan #KoinSastra membutuhkan banyak relawan. Sila ikuti akun @Khrisnabichara di twitter, karena beliau selalu mengulang info dan tata cara relawan yang ingin bersama-sama menyelamatkan sastra Indonesia.

Pada akhirnya, Penggagas #koinsastra mengucapkan terima kasih atas wujud cinta Anda di Rek. Dana a.n. Zeventina Octaviani Bank Mandiri AC: 131-00-0971505-5 dan Rek BCA KCU Dago No 7770817565 a/n Zeventina Octaviani.

Koin Sastra

Nah, kalian para kutubuku yang baik, apakah yang akan kalian sumbangkan terhadap kelangsungan Sastra Indonesia? :)

Salam!