All posts by diana

Lowongan Kerja

Dibutuhkan: Admin

Persyaratan :
Wanita/Pria, usia maksimal 25 tahun
Pendidikan minimal SMA atau sederajat
Terbiasa mengoperasikan Microsoft Word, Excel, dan internet.
Cekatan, teliti, rapih, bersih dan disiplin
Jujur dan berkepribadian baik
Tinggal di wilayah Jakarta Selatan lebih disukai
Bisa bekerja dalam tim
Suka membaca dan tahu dunia perbukuan
Non / Pengalaman
bersedia dikontrak selama 1 tahun

Kirimkan lamaran melalui email ke : taniaedoardo@gmail.com disertai pernyataan gaji yang diharapkan (expected salary)
Lowongan berlaku sampai tanggal 30 September 2011

Konser #KoinSastra

Sudah membaca tulisan saya tentang #KoinSastra? Nah, kelanjutan dari gerakan #KoinSastra adalah ide untuk menggugah kepedulian pada pecinta dan pemerhati Sastra Indonesia melalui sebuah acara. Setelah melalui diskusi dan berbagi ide dengan berbagai kalangan, maka bli Putu Fajar Arcana mencetuskan ide sebuah konser yang berisi tarian, nyanyian, musikalisasi puisi, dan tentu saja musik.

Dibantu oleh para relawan yang bersedia meluangkan waktunya di Pusat Dokumentasi HB Jassin maupun pecinta sastra lainnya, maka dalam waktu hampir sebulan, digelarlah acara Konser #KoinSastra pada tanggal 13 April 2011 dari pukul 19.30 WIB sampai tengah malam bertempat di Bentara Budaya Jakarta. Dengan materi pengisi acara yang tidak main-main, acara ini memberi sentuhan yang berbeda. Panggung yang sederhana dengan lesehan di depannya membuat semua yang hadir merasa menyatu tanpa ada perbedaan.

Reda Gaudiamo
Reda Gaudiamo, yang bernyanyi tentang “Gadis Kecil”.

Musikalisasi puisi “Aku Ingin Mencintaimu Secara Sederhana” karya Sapardi Djoko Damono dibawakan oleh Reda Gaudiamo dengan suara bening yang melengking indah. Garin Nugroho, salah satu sutradara terbaik Indonesia pun menyatakan keprihatinannya terhadap dokumentasi Sastra di Indonesia yang tak dikelola dengan baik. Ia juga mengatakan bahwa banyak sastrawan yang menjadi politikus seperti Mohammad Hatta, tetapi gak ada politikus yang menjadi sastrawan.

Sebutlah Dewa Budjana yang berduet dengan Dwiki Darmawan, mampu membuat semua yang hadir terpesona. Kesan angker yang ditampilkan Dwiki membuat suasana semakin terasa kelam dan menegangkan. Tetapi kemudian, kehadiran Sudjiwotedjo dengan banyolan khasnya menjadikan panggung semakin meriah.

Penonton diajak untuk mendengarkan lagu “Lembayung Bali” yang dibawakan oleh Saras Dewi, petikan harpa Maya Hasan yang mengiringi Cok Savitri berpuisi. Tak ketinggalan Ayu Laksmi membacakan puisi “Maha Asa”. Mereka diiringi tarian eksotik dari I Nyoman Sura yang penuh semangat. Djenar Maesa Ayu juga hadir untuk membacakan puisi. Ada juga pesinden Soimah Pancawati dan Sruti Respati tampil memesona.

ayu laksmi
Ayu Laksmi, semalam bertutur nasihat Mpu Kanwa kepada Raja Airlangga dalam Arjuna Wiwaha.

Salah seorang anggota DPR, Wanda Hamidah, membacakan puisi dan juga meminta maaf atas kelalaian pemerintah dalam melindungi dan memelihara PDS HB Jassin. Seperti akhirnya diketahui masyarakat, bahwa PDS HB Jassin hanya akan mendapatkan dana 50 juta rupiah tahun ini dari kebutuhan satu miliar untuk pemeliharaan gedung dan isinya.

Tak mau ketinggalan, pianis kebanggaan Indonesia yang sudah lama bermukim di Belanda, Ananda Sukarlan, memberi sentuhan unik dalam aransemen “Rasa Sayange”. Setelah itu ada Inayah Wahid yang berpuisi dengan katakata yang mengalir indah. Kemudian, band indie Float Project memberikan sentuhan berbeda dan menambah semangat ketika malam semakin merambat naik. Ada nama Piyu Padi yang juga tampil menyemarakkan malam penggalangan dana dengan mengatakan bahwa tidak seharusnya kita berada di BBJ. Hal ini sudah menjadi kewajiban pemerintah. Tetapi ketika akhirnya kita ada di sini, marilah samasama kita tunjukkan pada pemerintah apa yang bisa kita lakukan tanpa pemerintah.

Penggiat sastra di Bentara Budaya Bali, Warih Wisatsana dan penyair senior Jose Rizal Manua tak mau ketinggalan untuk ikut ambil bagian berpuisi bersama Gunawan Marianto dan Ahda Imran. Penampilan Hana Fransisca membawakan puisi diiringi tarian I Nyoman Sura sungguh membuat penonton terpukau.

Inilah yang ditunggu! Parade band indie yang membuat malam semakin meriah: Efek Rumah Kaca dengan dua lagu mereka “Jangan Bakar Buku” dan “Menjadi Indonesia”, Dewi Sartika, Kotak yang pasti membawakan lagu “Pelan Pelan Saja”, dan acara ditutup dengan penampilan Antik Band.

Oh ya, tak lupa pula, pada acara Konser ini juga resmi dijual buku kumpulan cerpen karya empatbelas penulis kreatif Indonesia dengan judul “Dari Datuk Ke Sakura Emas”, yang ditulis khusus hanya dalam waktu sebulan untuk penggalangan dana #KoinSastra. Para penulis itu adalah M. Aan Mansyur, Icha Rahmanti, Happy Salma, Avianti Armand, Dewi “Dee” Lestari, Sitta Karina, Putu Fajar Arcana, Indra Herlambang, Andrei Aksana, Alberthiene Endah, Asma Nadia, A. Fuadi, Dewi Ria Utari, dan Clara Ng. Seluruh royalti hasil penjualan buku ini diberikan untuk PDS HB Jassin.

datuksakuraemas

Maka, tak perlu menunggu janji pemerintah yang akan memberikan dana satu miliar, rakyat bergerak dan dalam semalam saja telah berhasil mengumpulkan hampir 173 juta rupiah. Angka ini melebihi dana yang diberikan pemda DKI pada PDS HB Jassin senilai 50 juta rupiah. Sekali lagi kekuatan rakyat bersatu mampu memberi jalan bagi kelangsungan Sastra Indonesia.

Nah, para Kutu yang baik, tentunya kalian juga mau dong menyelamatkan Sastra Indonesia? Mari sisihkan sedikit perhatian kalian dengan terus membaca buku, datang ke perpustakaan, dan membeli buku secara online melalui kutukutubuku ya? :)

Salam!

#KoinSastra

Pada tanggal 18 Maret 2011, terdengar kabar yang kurang mengenakkan untuk para penggiat dan pecinta Sastra. Jujur, aku baru mengetahuinya dari linimasa twitter keesokan harinya, tak sengaja membaca tweet abang Sitok Srengenge mengenai rencana penutupan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang terletak di Cikini, Jakarta Pusat.

Maka Bang Sitok pun memberi info seputar Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin (selanjutnya ditulis PDS HBJ) yang dapat kalian lihat di sini. Ini sangat penting untuk kita sadari bersama, bahwa ternyata karya sastra Indonesia itu luar biasa indah dan bernilai sejarah tinggi. Banyak sekali koleksi PDS HBJ yang tak dapat kita temui lagi meski itu di toko buku bekas atau loakan.

Beberapa koleksi itu sempat difoto oleh akun Kotakatak yang dimotori oleh kang Diki Umbara:
1. Karya HB. Jassin lihat di sini
2. Surat Motinggo Boesjo kepada HB Jassin lihat di sini
3. Surat HB Jassin kepada Motinggo Boesjo lihat di sini

Mencuatnya masalah ini kemudian ditanggapi oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang meminta maaf karena lalai mengawasi alokasi dana perawatan dan pemeliharaan koleksi dan ruangan PDS HBJ. Lantas tersiar kabar bahwa salah satu partai politik bersedia mengucurkan dana sebesar yang dibutuhkan untuk menyelamatkan keberadaan PDS HBJ, tetapi langsung ditolak oleh Yayasan. Beritanya dapat dilihat di sini.

Karena rasa cinta yang mendalam terhadap kelangsungan hidup PDS HBJ dan keselamatan sumber karya sastra terbaik Indonesia itulah, maka beberapa penggiat sastra seperti bang Hasan Aspahani di Batam, mas Nanang Suryadi di Malang, bli Putu Fajar Arcana di Jakarta, dan teteh Zeventina di Bandung langsung menggelar acara penggalangan dana yang disebut #KoinSastra.

Kemudian aku mengetahui tentang gerakan #KoinSastra yang akan menggelar Konser kepedulian pada tanggal 13 April 2011 di Bentara Budaya Jakarta dan sejumlah seniman dikabarkan akan ikut serta. Salah satunya adalah Dewa Budjana, yang pertama kali secara spontan menyatakan keinginannya bergabung.

Selain itu, mas Khrisna Pabichara, seorang penyair, mulai mengkoordinir penyelamatan koleksi PDS HBJ. Selain pendataan dan pendokumentasian ulang seluruh koleksi, ada rencana lain yang ditawarkan oleh mas Khrisna, yaitu:
1. #koinsastra merancang kegiatan menggugah minat siswa SMP/SMA menjadikan #PDHBJassin sebagai #wisatabuku, konsepnya 1 sekolah 1 minggu
2. #koinsastra menawarkan bantuan untuk pendokumentasian data sastra seperti kliping, pendataan buku baru, pemindahan data ke komputer
3. #koinsastra mengajak komunitas mana saja untuk aktif menyambangi #PDHBJassin dgn harapan menjadi basis kegiatan literasi.
4. #koinsastra menawarkan digitalisasi data demi menjaga kesinambungan & keamanan data terutama guna mengantisipasi kondisi tak terduga.

Gerakan #KoinSastra membutuhkan banyak relawan. Sila ikuti akun @Khrisnabichara di twitter, karena beliau selalu mengulang info dan tata cara relawan yang ingin bersama-sama menyelamatkan sastra Indonesia.

Pada akhirnya, Penggagas #koinsastra mengucapkan terima kasih atas wujud cinta Anda di Rek. Dana a.n. Zeventina Octaviani Bank Mandiri AC: 131-00-0971505-5 dan Rek BCA KCU Dago No 7770817565 a/n Zeventina Octaviani.

Koin Sastra

Nah, kalian para kutubuku yang baik, apakah yang akan kalian sumbangkan terhadap kelangsungan Sastra Indonesia? :)

Salam!