JUDUL BUKU : Love Me Better: Sebuah Graphic Memoir
PENERBIT : Gramedia Pustaka Utama
HARGA : Rp 38.250,- (disc 15%)
Bisa dibeli di kutukutubuku.com
Buku yang BAGUS. Kisah nyata yang LUAR BIASA dan dikemas dalam bentuk komik yang sangat menarik. Buku ini membuka tabir ketidakmengertian mengapa wanita-wanita yang mengalami kekerasan dalam Rumah Tangga (baik dalam bentuk verbal, sexual, emosional dan fisik) bisa terjebak dalam kurun waktu yang lama. Bahkan Ros (penulis) bergeming dalam waktu 10 tahun.
Ketika orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga mendapat asosiasi cium-tampar-cium-tampar berulang-ulang oleh orang yang mereka cintai, menurut anda apa yang mereka percayai? Atau tepatnya apa yang INGIN mereka percayai? Dalam situasi tersebut, otak mereka mengalami kebingungan karena tamparan tersebut dilakukan orang yang mereka cintai. “tidak mungkin dia ingin menyakiti saya karena saya tahu dia mencintai saya atau mungkin dia tidak sengaja”, dsb. Pada akhirnya, mereka akan berusaha mengabaikan bahwa disetiap ciuman ada tamparan.
Dalam setiap kenangan manis, otak menyortirnya dengan logis (semuanya masuk akal), tapi ini tidak terjadi pada kenangan pahit. Kenangan pahit selalu terpecah dan tak terhubung. Peristiwa Traumatis tidak masuk akal di otak. Otak tidak tahu cara menyortir atau menyimpan kenangan ini. Kalo kita melihat album foto maka sebagian besar peristiwa pahit tidak ada. Otak membiarkannya tak tersortir dan tidak memasukkannya ke album. Otak berusaha melindungi kita. Hal inilah yang membuat orang-orang yang disakiti (baik dalam hubungan pacaran yang sudah tidak sehat atau pun yang sudah mengalami KDRT) selalu bisa (ingin) KEMBALI kepada pasangannya.
Pernahkan anda naik Roller Coaster dan begitu ketakutan sehingga anda ingin NAIK LAGI?. Peristiwa-peristiwa mengerikan bisa membuat kecanduan. Awalnya memang otak membuat berpikir karena CINTA lah yang membuat ingin kembali. Awalnya memang hanya karena cinta, tapi siksaan yang berulang-ulang dan respon adrenalin membuatnya menjadi kecanduan.
Kisah ini bermula dari Ros seorang wanita muda dan mandiri. Ia memiliki karier dan perusahaan sendiri. Suatu hari dalam liburan yang direncanakan kedua orang tuanya ia bertemu Brian. Brian adalah duda dengan 4 orang anak (Jim, Megan, Lizzie dan Tom). Pertemuan singkat tersebut berlanjut menjadi kencan.
Pada kencan pertama Brian menjemput Ros, dibangku depan mobil terdapat setangkai bunga mawar merah. Kemudian ditengah kencan Brain bercerita tentang Jill (almarhum istrinya) yang meninggal karena Leukimia dan betapa Brian sangat mencintainya. Brian juga bercerita bagaimana sulitnya ia membesarkan ke-4 anaknya seorang diri. *sigh…Drakula mulai menjerat mangsanya..*
Esoknya Brian mengirimkan buket raksasa bersama sepucuk kartu “kamu bagai matahari, bulan Bintang bagiku..” (huekkkk…). Brian juga selalu menghadiahkan apa yang selalu diinginkan Ross seperti menonton tetaer di barisan depan, mengajak ke pameran seni dsb (Hmm to good to be true..). Suatu ketika pada kencan romantis Brian membentak Ross di tempat umum. Ros kaget, namun esoknya Brian langsung berubah dan kembali menyiraminya dengan kata-kata cinta. Ross pun terbuai dan ia tidak lagi mengingat kemarahannya dan rasa sedihnya ketika dibentak Brian. Dia mencoba menyangkal bahwa peristiwa tersebut pernah terjadi. Lama kelamaan peristiwa pertama menjadi suatu intensitas. Emosi Brian naik-turun, tidak terbaca. Perselingkuhan satu per satu mulai terungkap, belum lagi urusan sex yang terlampau tabu saya ulas disini. Tapi sehabis marah Brian selalu merayu Ross kembali dengan kata-kata cintanya.
Ada 3 hal penting yang saya ambil dari buku ini :
1. Ketika anda mengalami suatu relationship yang sudah tidak sehat namun anda merasa tidak bisa pergi dari Dia, hubungilah orang-orang terdekat anda. Orang-orang inilah yang akan merangkai setiap kenangan pahit yang sudah anda abaikan karena tidak ingin anda percayai. Mungkin membutuhkan keberanian dan waktu, tapi saya yakin anda pasti berhasil.
2. Bobot baik atau buruk tidaklah sama. Jangan pernah merasionalisasi suatu hal yang buruk. Misalnya anda mendapat selusin bunga mawar, itu BAIK. Tapi jika anda mendapatkannya dengan satu mata Lebam apakah selusin bunga mawar dapat memaafkan mata Lebam?. Hal ini juga terjadi untuk hal-hal sepele misalnya anda sudah pacaran dengan seorang pria dalam kurun waktu yang cukup lama katakanlah 2 atau 3 tahun. Namun sepanjang itu pula ia selalu memutuskan anda tanpa alasan yang jelas, tapi selalu anda yang memohon untuk kembali. Hei.. ini sudah tidak sehat. Berhati-hatilah… Dan tinjau ulang poin no.1 diatas.
3. If It’s too Good To be true, it is too good to be true. Then It’s not true.
|1 Comment » |












October 24th, 2008 at 3:22 pm
Wow, Sarjana Psikologi berbicara :p