<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Lihan: Ustadz pun Bisa Jadi Pegusaha B(e)rilian</title>
	<atom:link href="http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/</link>
	<description>Book Community</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 02:41:01 -0800</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: SHOP ELECTRONICS!!!</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-51020</link>
		<dc:creator>SHOP ELECTRONICS!!!</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 18:40:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-51020</guid>
		<description>&lt;strong&gt;**YOUTUBE VIDEO REVIEWS ON THE HOTTEST ELECTRONICS OUT**...&lt;/strong&gt;

#1 SITE FOR THE LATEST REVIEWS ON THE HOTTEST TECHNOLOGY HITTING THE MAINSTREAM!...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>**YOUTUBE VIDEO REVIEWS ON THE HOTTEST ELECTRONICS OUT**&#8230;</strong></p>
<p>#1 SITE FOR THE LATEST REVIEWS ON THE HOTTEST TECHNOLOGY HITTING THE MAINSTREAM!&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: REVIEW IT BEFORE YOU BUY IT!!!</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-50045</link>
		<dc:creator>REVIEW IT BEFORE YOU BUY IT!!!</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Jan 2011 17:09:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-50045</guid>
		<description>&lt;strong&gt;MOST INFORMATIVE SITE FOR ELECTRONICS....&lt;/strong&gt;

**YOUTUBE VIDEO REVIEWS ON THE HOTTEST ELECTRONICS OUT**...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MOST INFORMATIVE SITE FOR ELECTRONICS&#8230;.</strong></p>
<p>**YOUTUBE VIDEO REVIEWS ON THE HOTTEST ELECTRONICS OUT**&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hamba allah</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-33719</link>
		<dc:creator>hamba allah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 03:50:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-33719</guid>
		<description>yakin itu ustadz? 
uangnya dengan uang konvensional-riba? bukan dengan dinar-dirham? 
bebasiskan penambangan yang jelas-jelas merusak alam?
aset diputar ke bisnis cafe, TV dan hiburan2? bukan ke bisnis2 berbasis syariah?

yakin itu ustadz? simpan dulu gelarannya. jangan bawa2 agama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yakin itu ustadz?<br />
uangnya dengan uang konvensional-riba? bukan dengan dinar-dirham?<br />
bebasiskan penambangan yang jelas-jelas merusak alam?<br />
aset diputar ke bisnis cafe, TV dan hiburan2? bukan ke bisnis2 berbasis syariah?</p>
<p>yakin itu ustadz? simpan dulu gelarannya. jangan bawa2 agama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lord rahovart</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-33101</link>
		<dc:creator>lord rahovart</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 07:15:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-33101</guid>
		<description>makanya klo pengen cepet kaya..usaha dan kerja keras jangan mau enaknya aja...kygt lah manusia dengan keserakahan dan nafsunya serba kepngen instan dan cepat tanpa mau susah payah dan buang kringat akhirnya terjebak dlm rayuan manis dan bualan orang2 tak brtanggung jawab yang ingin mengeruk keuntungan semata akhirnya bablas dahhhh duit lo2 pada....moga kasus smcm ini bisa mnjadi pmbelajaran bagi kita smua untk jgn mudah tergiur dengan iming2 dan janji2 manis org yang ingin bawain kita masuk dlm bsnis2 sjenis kygt...kasiiiiannnn deh lo....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makanya klo pengen cepet kaya..usaha dan kerja keras jangan mau enaknya aja&#8230;kygt lah manusia dengan keserakahan dan nafsunya serba kepngen instan dan cepat tanpa mau susah payah dan buang kringat akhirnya terjebak dlm rayuan manis dan bualan orang2 tak brtanggung jawab yang ingin mengeruk keuntungan semata akhirnya bablas dahhhh duit lo2 pada&#8230;.moga kasus smcm ini bisa mnjadi pmbelajaran bagi kita smua untk jgn mudah tergiur dengan iming2 dan janji2 manis org yang ingin bawain kita masuk dlm bsnis2 sjenis kygt&#8230;kasiiiiannnn deh lo&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: utuh solusi</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32985</link>
		<dc:creator>utuh solusi</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 22:37:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32985</guid>
		<description>Bila menang kita berpihak pada masyarakat yang merasa ingin selalu mendapat kesejehteraan dengan cara yang baik dan keikhlasan, jangan lah kita saling memberikan solusi yang tidak pada tempatnya. Jagalah citra agama dan diri kita semua, kepada para aparat negara berikan kesempatan yang terbaik buat masyarakat yang sudah terlanjur mengikuti jejak langkah investasi ini. Lalu beri keleluasaan buat mereka yang sangat bertanggungjawab untuk mengembalikan dana-dana masyarakat, dan mestinya ada dari para kolektor maupun investor turun tangan membantu menyelesaikan semua masalah yang dengan berpedoman pada prinsip berkeadilan dan kebenaran berapa pun hasilnya coba buka ruang dialog dan informasi yang baik benar, jangan ada ketidak jujuran dalam menangani masalah seperti ini. Karena kalau ada yang melangkah keliru maka beribu-ribu orang akan menderita puluhan tahun untuk mengembalikan kepercayaan, modal, dan lain sebagainya. Tolong yang tidak kena masalah bantu sahabat-sahabat kita kaum muslimin atau non muslim untuk ada jalan keluarnya. Ingat hanya dengan membantu setiap permasalahan maka kita semua terhindar dari keterpurukan. Jika kita bergandengan tangan membangun kekuatan bersama, meruntun alur kebenaran itu dengan beribu-ribu jumlahnya warga investor, maka Insya Allah kita akan mendapatkan hasilnya. Kepada para alim ulama bila ini sebuah keniscayaan tolong do’a kan agar mereka-mereka yang telah gagal memegang amanah bisa kembalikan semua amanah pada tempatnya, biarpun lama baru kembali tapi tiap bulan ada hasilnya dari pada tidak ada sama sekali. Kalaupun yang kita lakukan dengan nafsu serakah mau menang sendiri itu tidak akan ada manfaatnya disisi Allah SWT, karena kita hidup dan dilahirkan adalah atas dasar silaturrakhim antar sesama mahluk Allah SWT. Sekali lagi kami mohon kepada semua pihak agar mendudukan semua masalah ini dengan dasar saling memberi dan menerima dengan solusi yang tepat, semoga tulisan ini dapat dibaca oleh sahabat dengan pikiran jernih, dengan diiringi niat ikhlas dan tentu akan mengembalikan semua modal yang ditanamkan kepada pemiliknya, karena bukan tidak mungkin mereka sekarang dalam kesedihan, keputus asaan karena terlanjur berharap lebih, dari genggaman makhluk lewat perantaraan penguasa dan pengusaha serta dengan Kekuasaan Allah SWT. Ya Rabb bila ini di jalankan hamba MU maka bukan tidak mungkin Engkau akan menolong segala sesuatunya seperti sedia kala. Ya Rabb kami bukan keluh kesah bukan menebar kesedihan, tapi kami yakin bahwa para abdi MU yang dulu lalai karena benturan zaman, sekarang Engkau buka kan pintu kecerahan dan hidayah Mu agar kami kembali kepada, niat tulus yang hakiki.
Para penanam modal bangunlah kekuatan dan kebersamaan bulatkan tekad bantulah cari kan jalan yang terbaik untuk pemangku Usaha agar mereka memahami kekeliruan nya dan menjadikan itu sebuah pengalaman dan bersedia menelusuri alur mata rantai bisnisnya dan buatlah komitmen bersama agar hasil yang dicapai menjadi bagian bersama, semoga Allah memberikan yang terbaik bagi sahabat-sahabat yang hidupnya sangat tergantung pada usaha ini.Amin.
Hukum, kekuasaan, aturan dapat dilunturkan dengan kekuatan kebersamaan untuk sebuah kebaikan, buatlah forum atau wadah yang kredibel jangan lah kita malu akan kekeliruan yang kita lakukan, buat wadah tersebut untuk menembus kebekuan yang selama ini menjadi tembok besar dan padat, agar bisa rapuh, dan bantulah sahabat-sahabat kita yang mereka juga sebenarnya tidaklah terlalu salah, karena mereka mau mensejahterakan tetangga, handai tulan, kerabat-sahabat dan keluarganya. Jika ini dapat dibuat maka kita semua nya menjadi subyek bukan menjadi obyek orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kebenaran pasti datang asal dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT, pengorbanan untuk membuat sebuah forum atau wadah dimaksudnya adalah bagian dari sebuah jihad mengharumkan nama sya&#039;riah dan memperjuangan kesejahteraan semua orang, semoga Allah memenuhi segala permohonan.
Jangan dicari siapa yang membuat tulisan ini, jawaban ada dalam diri kita masing-masing dengan Nur dan Hidayah Allah kita akan merasakan dalam lubuk hati kita yang dalam dan Hati nurani diri kita-masing masing masing adakah makhluk Allah yang maha sempurna ini mempunyai felling kebenaran dari Pencipta yang sempurna, kewajiban kita kepada Allah mari kita perkuat barisan, jiwa dan raga. siapakah pahlawan yang akan muncul sebagai mujahid yang siap membantu memgumpulkan rekan-rekan, sahabat-sahabat yang senasib sepenanggungan guna menerobus kebekuan ini. Wassalam
Dari
Hamba Allah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bila menang kita berpihak pada masyarakat yang merasa ingin selalu mendapat kesejehteraan dengan cara yang baik dan keikhlasan, jangan lah kita saling memberikan solusi yang tidak pada tempatnya. Jagalah citra agama dan diri kita semua, kepada para aparat negara berikan kesempatan yang terbaik buat masyarakat yang sudah terlanjur mengikuti jejak langkah investasi ini. Lalu beri keleluasaan buat mereka yang sangat bertanggungjawab untuk mengembalikan dana-dana masyarakat, dan mestinya ada dari para kolektor maupun investor turun tangan membantu menyelesaikan semua masalah yang dengan berpedoman pada prinsip berkeadilan dan kebenaran berapa pun hasilnya coba buka ruang dialog dan informasi yang baik benar, jangan ada ketidak jujuran dalam menangani masalah seperti ini. Karena kalau ada yang melangkah keliru maka beribu-ribu orang akan menderita puluhan tahun untuk mengembalikan kepercayaan, modal, dan lain sebagainya. Tolong yang tidak kena masalah bantu sahabat-sahabat kita kaum muslimin atau non muslim untuk ada jalan keluarnya. Ingat hanya dengan membantu setiap permasalahan maka kita semua terhindar dari keterpurukan. Jika kita bergandengan tangan membangun kekuatan bersama, meruntun alur kebenaran itu dengan beribu-ribu jumlahnya warga investor, maka Insya Allah kita akan mendapatkan hasilnya. Kepada para alim ulama bila ini sebuah keniscayaan tolong do’a kan agar mereka-mereka yang telah gagal memegang amanah bisa kembalikan semua amanah pada tempatnya, biarpun lama baru kembali tapi tiap bulan ada hasilnya dari pada tidak ada sama sekali. Kalaupun yang kita lakukan dengan nafsu serakah mau menang sendiri itu tidak akan ada manfaatnya disisi Allah SWT, karena kita hidup dan dilahirkan adalah atas dasar silaturrakhim antar sesama mahluk Allah SWT. Sekali lagi kami mohon kepada semua pihak agar mendudukan semua masalah ini dengan dasar saling memberi dan menerima dengan solusi yang tepat, semoga tulisan ini dapat dibaca oleh sahabat dengan pikiran jernih, dengan diiringi niat ikhlas dan tentu akan mengembalikan semua modal yang ditanamkan kepada pemiliknya, karena bukan tidak mungkin mereka sekarang dalam kesedihan, keputus asaan karena terlanjur berharap lebih, dari genggaman makhluk lewat perantaraan penguasa dan pengusaha serta dengan Kekuasaan Allah SWT. Ya Rabb bila ini di jalankan hamba MU maka bukan tidak mungkin Engkau akan menolong segala sesuatunya seperti sedia kala. Ya Rabb kami bukan keluh kesah bukan menebar kesedihan, tapi kami yakin bahwa para abdi MU yang dulu lalai karena benturan zaman, sekarang Engkau buka kan pintu kecerahan dan hidayah Mu agar kami kembali kepada, niat tulus yang hakiki.<br />
Para penanam modal bangunlah kekuatan dan kebersamaan bulatkan tekad bantulah cari kan jalan yang terbaik untuk pemangku Usaha agar mereka memahami kekeliruan nya dan menjadikan itu sebuah pengalaman dan bersedia menelusuri alur mata rantai bisnisnya dan buatlah komitmen bersama agar hasil yang dicapai menjadi bagian bersama, semoga Allah memberikan yang terbaik bagi sahabat-sahabat yang hidupnya sangat tergantung pada usaha ini.Amin.<br />
Hukum, kekuasaan, aturan dapat dilunturkan dengan kekuatan kebersamaan untuk sebuah kebaikan, buatlah forum atau wadah yang kredibel jangan lah kita malu akan kekeliruan yang kita lakukan, buat wadah tersebut untuk menembus kebekuan yang selama ini menjadi tembok besar dan padat, agar bisa rapuh, dan bantulah sahabat-sahabat kita yang mereka juga sebenarnya tidaklah terlalu salah, karena mereka mau mensejahterakan tetangga, handai tulan, kerabat-sahabat dan keluarganya. Jika ini dapat dibuat maka kita semua nya menjadi subyek bukan menjadi obyek orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Kebenaran pasti datang asal dilakukan dengan niat yang tulus dan ikhlas karena Allah SWT, pengorbanan untuk membuat sebuah forum atau wadah dimaksudnya adalah bagian dari sebuah jihad mengharumkan nama sya&#8217;riah dan memperjuangan kesejahteraan semua orang, semoga Allah memenuhi segala permohonan.<br />
Jangan dicari siapa yang membuat tulisan ini, jawaban ada dalam diri kita masing-masing dengan Nur dan Hidayah Allah kita akan merasakan dalam lubuk hati kita yang dalam dan Hati nurani diri kita-masing masing masing adakah makhluk Allah yang maha sempurna ini mempunyai felling kebenaran dari Pencipta yang sempurna, kewajiban kita kepada Allah mari kita perkuat barisan, jiwa dan raga. siapakah pahlawan yang akan muncul sebagai mujahid yang siap membantu memgumpulkan rekan-rekan, sahabat-sahabat yang senasib sepenanggungan guna menerobus kebekuan ini. Wassalam<br />
Dari<br />
Hamba Allah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bisnis Sejati</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32978</link>
		<dc:creator>Bisnis Sejati</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 11:59:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32978</guid>
		<description>Investasi itu Bisnis Bung....
semua bisnis bisa rugi... bisa untung..
Giliran dapat 10% per bulan Bahagia..
Giliran usaha bangkrut... nuntut balik modal.

fiuh, payah... malu donk, kalo investasi gak ngerti resikonya..

Jangankan lihan.. Perusahaan2 super Gede di Amrik, itu bisa tutup kok..

Jangan bersedih kehilangan uang.. BI masih mencetak uang...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Investasi itu Bisnis Bung&#8230;.<br />
semua bisnis bisa rugi&#8230; bisa untung..<br />
Giliran dapat 10% per bulan Bahagia..<br />
Giliran usaha bangkrut&#8230; nuntut balik modal.</p>
<p>fiuh, payah&#8230; malu donk, kalo investasi gak ngerti resikonya..</p>
<p>Jangankan lihan.. Perusahaan2 super Gede di Amrik, itu bisa tutup kok..</p>
<p>Jangan bersedih kehilangan uang.. BI masih mencetak uang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Rianz</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32973</link>
		<dc:creator>Rianz</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 18:03:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32973</guid>
		<description>BERITA TERKINI COPY PASTE DARI BANJARMASIN POST

Senin, 7 Desember 2009 &#124; 17:49 WITA

SENIN, BPOST – Petugas Polda Kalsel, sampai Senin (7/12) masih terus melakukan penyelidikan terhadap Lihan. Kapolda Brigjen Dr Untung S Rajab mengatakan setiap pengakuan Lihan terus mereka telusuri, termasuk pengakuan aset-asetnya.

Kapolda juga menuturkan ketika Lihan dikabarkan memiliki sertifikat obligasi, pihaknya langsung menelusuri dan ternyata bukan kepunyaan dia.

“Katanya, Lihan juga punya 10.000 krat berlian. Setelah kami cek ternyata tidak ada,” papar Kapolda.

Berdasar hasil pengecekan ke lapangan yang tidak sesuai ini maka patut disangkakan ada pelanggaran hukum, kemungkinan dia lakukan penipuan atau pengelapan atau pelanggaran UU Perbankan Syariah atau mungkin pencucian uang karena dia punya perusahaan-perusahan.

Sementara Lihan ditemui di Mapolda saat digiring mengenakan baju kaos belang-belang berkerah yang dilapis dengan baju tahanan berwarna biru mengatakan dirinya yakin bisa bayar asalkan diberi keleluasaan.

“Kalau sudah begini bagaimana lagi,” ungkapnya sambil berjalan didampingi oleh pihak penyidik.(irfani rahman)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BERITA TERKINI COPY PASTE DARI BANJARMASIN POST</p>
<p>Senin, 7 Desember 2009 | 17:49 WITA</p>
<p>SENIN, BPOST – Petugas Polda Kalsel, sampai Senin (7/12) masih terus melakukan penyelidikan terhadap Lihan. Kapolda Brigjen Dr Untung S Rajab mengatakan setiap pengakuan Lihan terus mereka telusuri, termasuk pengakuan aset-asetnya.</p>
<p>Kapolda juga menuturkan ketika Lihan dikabarkan memiliki sertifikat obligasi, pihaknya langsung menelusuri dan ternyata bukan kepunyaan dia.</p>
<p>“Katanya, Lihan juga punya 10.000 krat berlian. Setelah kami cek ternyata tidak ada,” papar Kapolda.</p>
<p>Berdasar hasil pengecekan ke lapangan yang tidak sesuai ini maka patut disangkakan ada pelanggaran hukum, kemungkinan dia lakukan penipuan atau pengelapan atau pelanggaran UU Perbankan Syariah atau mungkin pencucian uang karena dia punya perusahaan-perusahan.</p>
<p>Sementara Lihan ditemui di Mapolda saat digiring mengenakan baju kaos belang-belang berkerah yang dilapis dengan baju tahanan berwarna biru mengatakan dirinya yakin bisa bayar asalkan diberi keleluasaan.</p>
<p>“Kalau sudah begini bagaimana lagi,” ungkapnya sambil berjalan didampingi oleh pihak penyidik.(irfani rahman)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: commentator</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32832</link>
		<dc:creator>commentator</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:20:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32832</guid>
		<description>MENYIKAPI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI


Kompas, 30 April 2007

Oleh: Lin Che Wei, Direktur Utama Danareksa Neda dan Yoga

Tidak peduli apakah regulator dan pemerintah hendak mengakui atau tidak, Indonesia bagaikan surga bagi perusahaan yang melakukan penipuan berkedok investasi. Pertimbangkan hal ini!

Wakil kita yang mengurusi masalah perbankan dan keuangan di DPR—yang dapat dengan mudah mencari dan menyelidiki informasi tentang lembaga keuangan—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Pemimpin media terkemuka—yang bisa dianggap sangat pandai dan kritis terhadap isu-isu terkini—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Mantan direktur badan usaha milik negara, yang seharusnya mengerti risiko dan seharusnya dapat membedakan mana perusahaan yang bonafide dan mana yang tidak, juga menjadi korban penipuan berkedok investasi.

Apabila orang-orang pandai yang mempunyai akses terhadap informasi menjadi korban penipuan lantas bagaimana rakyat kecil yang tidak terpelajar?

Penipuan berkedok investasi memancing orang yang serakah dan desperate dengan janji akan imbal hasil (return) yang tinggi. Bukankah berdasarkan prinsip let the buyer beware, investor seharusnya berhati-hati dengan membaca fine print secara saksama sebelum melakukan investasi?

Di dunia yang ideal, memang hal ini yang seharusnya terjadi. Namun, negara dengan masyarakatnya yang belum benar-benar mengerti seluk-beluk investasi bukanlah dunia yang ideal.

Orang-orang yang menjadi korban tidak mempunyai cukup data dan informasi untuk membedakan mana investasi yang kredibel dan yang tidak.

Akibatnya, bisnis penipuan berkedok investasi dengan mudah memancing orang yang nekat (desperate) akan janji imbal hasil (return) yang tinggi.

Apa yang menjadi taktik dari perusahaan berkedok investasi ini? Mereka tahu bahwa sikap manusia adalah serakah dan tidak pernah merasa cukup.

Skema modern

Perusahaan-perusahaan investasi bodong tersebut tahu bahwa jika para investor awal mendapatkan return sesuai dengan yang dijanjikan, mereka akan cenderung menginvestasikan kembali hasil dari uang tersebut dan bahkan akan membawa keluarga, teman, atau relasinya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya, jumlah kerugian juga cenderung membengkak.

Skema dasar dari berbagai penipuan berkedok investasi adalah skema Ponzi, yaitu penipuan yang menjanjikan return luar biasa besar yang sebenarnya didapatkan dari uang investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan dan bukan dari hasil pengelolaan uang para investor tersebut.

Investor awal akan mendapatkan keuntungan karena langsung mendapatkan pengembalian sehingga terdorong untuk menginvestasikan lebih banyak lagi, sedangkan investor yang masuk belakangan akan lebih rentan terhadap ketiadaan return tinggi tersebut.

Nama Ponzi sendiri diambil dari nama Charles Ponzi, imigran asal Italia yang menggunakan teknik ini untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat pada tahun 1919-1920 dan 1926-1934.

Model lain yang memiliki kesamaan dengan skema Ponzi adalah skema piramida. Dalam skema ini, perekrutan terhadap investor baru merupakan sumber dari pengembalian investasi Anda.

Investor yang merekrut investor baru akan mendapat keuntungan langsung dari upayanya tersebut.

Selain kedua skema di atas, masih ada beberapa skema modern yang bisa disebut sebagai skema turunan dari skema di atas. Misalnya, arisan berantai atau money game.

Arisan berantai adalah skema piramida yang disebarkan dalam bentuk surat kaleng dan besaran investasi yang kecil.

Kedua, high yield investment programme, yaitu investasi dengan modal awal kecil yang menjanjikan tingkat pengembalian fantastis serta komisi atas usaha Anda mengajak orang lain untuk bergabung. Skema ini banyak dikenal dengan “bank gelap” di Indonesia.

Ketiga, penipuan berkedok penggarapan lahan agrobisnis, seperti QSAR dan Ibist. Keempat, penipuan yang berkedok perdagangan valuta asing.

Kelima, berkedok lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar untuk pelatihan atau justru meminta Anda memasukkan uang terlebih dahulu sebagai prasyarat.

Bagaimana caranya menghindari jenis-jenis penipuan seperti di atas? Anda dapat mengidentifikasinya apabila menemukan beberapa ciri yang disebutkan di bawah ini:

Pertama, hati-hati apabila the offer sounds too good to be true. Jika penawaran investasi tersebut memberikan “janji-janji surga” akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut memang hanyalah “janji-janji surga”.

Kedua, taktik penjualan yang memaksa (high pressure sales tactics.) Jangan langsung termakan bujuk rayu penjual yang memaksa Anda untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun penjual itu adalah orang yang Anda kenal baik sejak lama.

Ketiga, baik perusahaan investasi maupun basis investasinya (underlying investment) tidak jelas. Perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan kepada Anda profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan dapat meyakinkan Anda akan kredibilitas mereka.

Namun, apabila Anda baca dengan saksama, terdapat banyak kejanggalan. Kejanggalan itu antara lain ketidakjelasan manajemen pengurus, kinerja investasi, maupun laporan keuangan yang lengkap dan sudah diaudit.

Keempat, ketiadaan izin penawaran investasi dari lembaga pengawas. Bank Indonesia bertindak sebagai regulator perbankan, sedangkan Bapepam-LK bertindak sebagai regulator lembaga keuangan bukan bank.

Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk mengawasi investasi yang ditawarkan melalui lembaga keuangan nonbank maupun perbankan.

Sayangnya, dua lembaga di atas tidak memiliki kewenangan atas produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga nonkeuangan sehingga muncullah no man’s land yang rentan digunakan untuk penipuan berkedok investasi.

Anda sepatutnya berhati-hati bila menerima penawaran investasi tanpa izin dari salah satu lembaga pengawas di atas.

Anda korban?

Apabila telah menjadi korban penipuan berkedok investasi, apa yang harus Anda lakukan?

Pertama, Anda harus melaporkan kepada pihak yang berwajib. Berikan keterangan selengkap mungkin, seperti siapa yang menghubungi Anda dan bagaimana orang tersebut menghubungi Anda.

Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin mudah terbaca pola dan jejaringnya. Setelah itu, Anda harus menghubungi divisi legal dari Bapepam-LK serta pengacara yang khusus menangani kasus sejenis.

Selanjutnya, ajukan tuntutan hukum terhadap para pelaku penipuan. Keputusan Anda untuk menempuh jalur hukum mungkin tidak akan mengembalikan jumlah uang Anda yang telah raib.

Akan tetapi, tindakan Anda ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan publik. Pihak berwajib akan terdorong untuk mengambil tindakan dan masyarakat lain akan lebih berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi sejenis.

Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Jadi, apa saja yang telah dilakukan oleh regulator, pemerintah, dan DPR kita selama ini?” Sebagian besar dari mereka terlena dan merasa ini bukanlah tanggung jawab mereka.

Yang lebih tragis, ada anggota Dewan yang seharusnya mengawasi sektor keuangan justru ikut menjadi korban penipuan.

Apa pun alasannya, penipuan berkedok investasi haruslah diberantas di Indonesia. Bapepam-LK, Departemen Perdagangan, Bank Indonesia, dan DPR bertanggung jawab untuk melindungi orang yang miskin, tidak berdaya, dan tidak mempunyai informasi.

Kita semua harus berusaha bersama-sama untuk menghentikan praktik penipuan ini yang secara terus-menerus mengerosi kepercayaan masyarakat terhadap dunia investasi secara keseluruhan.

Regulator dan seluruh lapisan masyarakat perlu berdiri dan mengatakan, “Cukup sudah praktik penipuan berkedok investasi seperti ini.”

Perusahaan-perusahaan seperti ini bukan saja harus dilarang secara hukum, tetapi juga harus dilakukan penindakan dan diproses secara hukum.

Salah satu kalimat yang paling sering dikutip di Wall Street adalah kalimat yang diucapkan Gordon Gekko dalam film Wall Street, “Serakah itu baik.”

Namun, janganlah karena kalimat ini akal sehat Anda menjadi silau oleh ketamakan akan iming-iming hasil yang tinggi serta ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil tinggi dari investasi itu.

Ingatlah pula kalimat yang diucapkan Henry David Thoreau bahwa kebaikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal. (*)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MENYIKAPI PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI</p>
<p>Kompas, 30 April 2007</p>
<p>Oleh: Lin Che Wei, Direktur Utama Danareksa Neda dan Yoga</p>
<p>Tidak peduli apakah regulator dan pemerintah hendak mengakui atau tidak, Indonesia bagaikan surga bagi perusahaan yang melakukan penipuan berkedok investasi. Pertimbangkan hal ini!</p>
<p>Wakil kita yang mengurusi masalah perbankan dan keuangan di DPR—yang dapat dengan mudah mencari dan menyelidiki informasi tentang lembaga keuangan—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.</p>
<p>Pemimpin media terkemuka—yang bisa dianggap sangat pandai dan kritis terhadap isu-isu terkini—malah menjadi korban penipuan berkedok investasi.</p>
<p>Mantan direktur badan usaha milik negara, yang seharusnya mengerti risiko dan seharusnya dapat membedakan mana perusahaan yang bonafide dan mana yang tidak, juga menjadi korban penipuan berkedok investasi.</p>
<p>Apabila orang-orang pandai yang mempunyai akses terhadap informasi menjadi korban penipuan lantas bagaimana rakyat kecil yang tidak terpelajar?</p>
<p>Penipuan berkedok investasi memancing orang yang serakah dan desperate dengan janji akan imbal hasil (return) yang tinggi. Bukankah berdasarkan prinsip let the buyer beware, investor seharusnya berhati-hati dengan membaca fine print secara saksama sebelum melakukan investasi?</p>
<p>Di dunia yang ideal, memang hal ini yang seharusnya terjadi. Namun, negara dengan masyarakatnya yang belum benar-benar mengerti seluk-beluk investasi bukanlah dunia yang ideal.</p>
<p>Orang-orang yang menjadi korban tidak mempunyai cukup data dan informasi untuk membedakan mana investasi yang kredibel dan yang tidak.</p>
<p>Akibatnya, bisnis penipuan berkedok investasi dengan mudah memancing orang yang nekat (desperate) akan janji imbal hasil (return) yang tinggi.</p>
<p>Apa yang menjadi taktik dari perusahaan berkedok investasi ini? Mereka tahu bahwa sikap manusia adalah serakah dan tidak pernah merasa cukup.</p>
<p>Skema modern</p>
<p>Perusahaan-perusahaan investasi bodong tersebut tahu bahwa jika para investor awal mendapatkan return sesuai dengan yang dijanjikan, mereka akan cenderung menginvestasikan kembali hasil dari uang tersebut dan bahkan akan membawa keluarga, teman, atau relasinya untuk turut berinvestasi di perusahaan tersebut. Akibatnya, jumlah kerugian juga cenderung membengkak.</p>
<p>Skema dasar dari berbagai penipuan berkedok investasi adalah skema Ponzi, yaitu penipuan yang menjanjikan return luar biasa besar yang sebenarnya didapatkan dari uang investor lain yang menginvestasikan uangnya belakangan dan bukan dari hasil pengelolaan uang para investor tersebut.</p>
<p>Investor awal akan mendapatkan keuntungan karena langsung mendapatkan pengembalian sehingga terdorong untuk menginvestasikan lebih banyak lagi, sedangkan investor yang masuk belakangan akan lebih rentan terhadap ketiadaan return tinggi tersebut.</p>
<p>Nama Ponzi sendiri diambil dari nama Charles Ponzi, imigran asal Italia yang menggunakan teknik ini untuk melakukan penipuan besar-besaran di Amerika Serikat pada tahun 1919-1920 dan 1926-1934.</p>
<p>Model lain yang memiliki kesamaan dengan skema Ponzi adalah skema piramida. Dalam skema ini, perekrutan terhadap investor baru merupakan sumber dari pengembalian investasi Anda.</p>
<p>Investor yang merekrut investor baru akan mendapat keuntungan langsung dari upayanya tersebut.</p>
<p>Selain kedua skema di atas, masih ada beberapa skema modern yang bisa disebut sebagai skema turunan dari skema di atas. Misalnya, arisan berantai atau money game.</p>
<p>Arisan berantai adalah skema piramida yang disebarkan dalam bentuk surat kaleng dan besaran investasi yang kecil.</p>
<p>Kedua, high yield investment programme, yaitu investasi dengan modal awal kecil yang menjanjikan tingkat pengembalian fantastis serta komisi atas usaha Anda mengajak orang lain untuk bergabung. Skema ini banyak dikenal dengan “bank gelap” di Indonesia.</p>
<p>Ketiga, penipuan berkedok penggarapan lahan agrobisnis, seperti QSAR dan Ibist. Keempat, penipuan yang berkedok perdagangan valuta asing.</p>
<p>Kelima, berkedok lowongan pekerjaan yang mengharuskan Anda membayar untuk pelatihan atau justru meminta Anda memasukkan uang terlebih dahulu sebagai prasyarat.</p>
<p>Bagaimana caranya menghindari jenis-jenis penipuan seperti di atas? Anda dapat mengidentifikasinya apabila menemukan beberapa ciri yang disebutkan di bawah ini:</p>
<p>Pertama, hati-hati apabila the offer sounds too good to be true. Jika penawaran investasi tersebut memberikan “janji-janji surga” akan imbal hasil tinggi di atas rata-rata pasar dalam jangka waktu yang relatif singkat, kemungkinan besar penawaran tersebut memang hanyalah “janji-janji surga”.</p>
<p>Kedua, taktik penjualan yang memaksa (high pressure sales tactics.) Jangan langsung termakan bujuk rayu penjual yang memaksa Anda untuk membuat keputusan saat itu juga, sekalipun penjual itu adalah orang yang Anda kenal baik sejak lama.</p>
<p>Ketiga, baik perusahaan investasi maupun basis investasinya (underlying investment) tidak jelas. Perusahaan investasi tipuan biasanya akan menunjukkan kepada Anda profil perusahaan yang tampak profesional dengan harapan dapat meyakinkan Anda akan kredibilitas mereka.</p>
<p>Namun, apabila Anda baca dengan saksama, terdapat banyak kejanggalan. Kejanggalan itu antara lain ketidakjelasan manajemen pengurus, kinerja investasi, maupun laporan keuangan yang lengkap dan sudah diaudit.</p>
<p>Keempat, ketiadaan izin penawaran investasi dari lembaga pengawas. Bank Indonesia bertindak sebagai regulator perbankan, sedangkan Bapepam-LK bertindak sebagai regulator lembaga keuangan bukan bank.</p>
<p>Dua lembaga tersebut memiliki kewenangan untuk mengawasi investasi yang ditawarkan melalui lembaga keuangan nonbank maupun perbankan.</p>
<p>Sayangnya, dua lembaga di atas tidak memiliki kewenangan atas produk investasi yang ditawarkan oleh lembaga nonkeuangan sehingga muncullah no man’s land yang rentan digunakan untuk penipuan berkedok investasi.</p>
<p>Anda sepatutnya berhati-hati bila menerima penawaran investasi tanpa izin dari salah satu lembaga pengawas di atas.</p>
<p>Anda korban?</p>
<p>Apabila telah menjadi korban penipuan berkedok investasi, apa yang harus Anda lakukan?</p>
<p>Pertama, Anda harus melaporkan kepada pihak yang berwajib. Berikan keterangan selengkap mungkin, seperti siapa yang menghubungi Anda dan bagaimana orang tersebut menghubungi Anda.</p>
<p>Semakin lengkap informasi yang Anda berikan, semakin mudah terbaca pola dan jejaringnya. Setelah itu, Anda harus menghubungi divisi legal dari Bapepam-LK serta pengacara yang khusus menangani kasus sejenis.</p>
<p>Selanjutnya, ajukan tuntutan hukum terhadap para pelaku penipuan. Keputusan Anda untuk menempuh jalur hukum mungkin tidak akan mengembalikan jumlah uang Anda yang telah raib.</p>
<p>Akan tetapi, tindakan Anda ini akan meningkatkan kesadaran di kalangan publik. Pihak berwajib akan terdorong untuk mengambil tindakan dan masyarakat lain akan lebih berhati-hati dengan tawaran-tawaran investasi sejenis.</p>
<p>Mungkin sekarang Anda bertanya-tanya, “Jadi, apa saja yang telah dilakukan oleh regulator, pemerintah, dan DPR kita selama ini?” Sebagian besar dari mereka terlena dan merasa ini bukanlah tanggung jawab mereka.</p>
<p>Yang lebih tragis, ada anggota Dewan yang seharusnya mengawasi sektor keuangan justru ikut menjadi korban penipuan.</p>
<p>Apa pun alasannya, penipuan berkedok investasi haruslah diberantas di Indonesia. Bapepam-LK, Departemen Perdagangan, Bank Indonesia, dan DPR bertanggung jawab untuk melindungi orang yang miskin, tidak berdaya, dan tidak mempunyai informasi.</p>
<p>Kita semua harus berusaha bersama-sama untuk menghentikan praktik penipuan ini yang secara terus-menerus mengerosi kepercayaan masyarakat terhadap dunia investasi secara keseluruhan.</p>
<p>Regulator dan seluruh lapisan masyarakat perlu berdiri dan mengatakan, “Cukup sudah praktik penipuan berkedok investasi seperti ini.”</p>
<p>Perusahaan-perusahaan seperti ini bukan saja harus dilarang secara hukum, tetapi juga harus dilakukan penindakan dan diproses secara hukum.</p>
<p>Salah satu kalimat yang paling sering dikutip di Wall Street adalah kalimat yang diucapkan Gordon Gekko dalam film Wall Street, “Serakah itu baik.”</p>
<p>Namun, janganlah karena kalimat ini akal sehat Anda menjadi silau oleh ketamakan akan iming-iming hasil yang tinggi serta ketakutan akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan hasil tinggi dari investasi itu.</p>
<p>Ingatlah pula kalimat yang diucapkan Henry David Thoreau bahwa kebaikan adalah satu-satunya investasi yang tidak pernah gagal. (*)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lihan lamas</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32780</link>
		<dc:creator>Lihan lamas</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 17:12:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32780</guid>
		<description>dalam beberapa hari ini kok dsuruh menunggu dan menunggu... kabar kepastian berdasarkan list yg tertera di kontrak dikemanakan ??? bikin lah jadwal sesuai pembagian list masing2... sehingga para konsumen bisa menghitung kapan mendapatkan gilirannya.. jgn hanya dsuruh menunggu kabar yg belum pasti... kasian para investor yg rela kebun terjual karena hanya ingin mendapatkan kembali apa yg harusnya menjadi haknya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>dalam beberapa hari ini kok dsuruh menunggu dan menunggu&#8230; kabar kepastian berdasarkan list yg tertera di kontrak dikemanakan ??? bikin lah jadwal sesuai pembagian list masing2&#8230; sehingga para konsumen bisa menghitung kapan mendapatkan gilirannya.. jgn hanya dsuruh menunggu kabar yg belum pasti&#8230; kasian para investor yg rela kebun terjual karena hanya ingin mendapatkan kembali apa yg harusnya menjadi haknya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Makanya</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32765</link>
		<dc:creator>Makanya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Nov 2009 21:59:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32765</guid>
		<description>Kalau ngaku Ustazd jg bisa jd pengusaha boleh2 sj, tp yg benar2 Islami jgn bikin org seperti rentenir begini (aturannya bikin org ga tenang). Lihan itu menyulap dirinya jd pengusaha jd dia bukan ekonom. Jd kalau tdk bisa bertahan lama wajar sajalah ditambah sistemnya yg manual banget tdk terbayang jd investor cuma diberi selembar kwitansi dan sama sekali tdk tahu usaha dan perkembangannya. Katanya LIhan tdk ngajak gabung tp buka kesempatan, siapa yg salah? Jd yg stress silahkan sesali nasib sendiri dan jeralah bisnis semacam ini sdh banyak meminta korban. Baru LIhan yg Allah hadirkan apalagi Dajjal yg konon jauh lebih pintar dan menjanjikan. Bersabarlah dan jalani dan ikhlaskan pasti Allah ganti dgn yg lebih baik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau ngaku Ustazd jg bisa jd pengusaha boleh2 sj, tp yg benar2 Islami jgn bikin org seperti rentenir begini (aturannya bikin org ga tenang). Lihan itu menyulap dirinya jd pengusaha jd dia bukan ekonom. Jd kalau tdk bisa bertahan lama wajar sajalah ditambah sistemnya yg manual banget tdk terbayang jd investor cuma diberi selembar kwitansi dan sama sekali tdk tahu usaha dan perkembangannya. Katanya LIhan tdk ngajak gabung tp buka kesempatan, siapa yg salah? Jd yg stress silahkan sesali nasib sendiri dan jeralah bisnis semacam ini sdh banyak meminta korban. Baru LIhan yg Allah hadirkan apalagi Dajjal yg konon jauh lebih pintar dan menjanjikan. Bersabarlah dan jalani dan ikhlaskan pasti Allah ganti dgn yg lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cool</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32608</link>
		<dc:creator>cool</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 08:26:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32608</guid>
		<description>knapa sih pada ribut soal duit,lilahitaala aja.dunia kalo dipikirin gak ada habisnya.insyallah pak lihan tetap komit kok,tinggal nasabahnya aja yg bersabar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>knapa sih pada ribut soal duit,lilahitaala aja.dunia kalo dipikirin gak ada habisnya.insyallah pak lihan tetap komit kok,tinggal nasabahnya aja yg bersabar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: CONFUSED</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32577</link>
		<dc:creator>CONFUSED</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 06:50:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32577</guid>
		<description>KATANYA SUDAH ADA YANG CAIR TAPI TIDAK SEKALIGUS TERGANTUNG NO URUT PENDAFTARAN. YANG AKU BINGUNG KENAPA ADA PENDAFTARAN? BUKANKAH LIST INVESTOR SUDAH ADA DI MANAJEMEN USTAD LIHAN? KADANG BENAR JUGA TANGGAPAN ORANG2, BUKAN USTAD LIHAN YANG PINTAR TAPI INVESTORNYA YANG GAK PINTAR, MASAK SIH SEMUANYA SERBA ABU-ABU? AH AKU MALU</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KATANYA SUDAH ADA YANG CAIR TAPI TIDAK SEKALIGUS TERGANTUNG NO URUT PENDAFTARAN. YANG AKU BINGUNG KENAPA ADA PENDAFTARAN? BUKANKAH LIST INVESTOR SUDAH ADA DI MANAJEMEN USTAD LIHAN? KADANG BENAR JUGA TANGGAPAN ORANG2, BUKAN USTAD LIHAN YANG PINTAR TAPI INVESTORNYA YANG GAK PINTAR, MASAK SIH SEMUANYA SERBA ABU-ABU? AH AKU MALU</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ebi kapak</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32558</link>
		<dc:creator>ebi kapak</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 04:40:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32558</guid>
		<description>wah,, daftar antri tunggu pengembalian dananya dah brapa km ni pr investor lihan ya?? pada ga jelas infonya pdhl nama baik sbg ustadz sedang ancur lebur dkarenakan berita yg ga ad dr sumbernya.. Klarifikasi dong wahai para narasumber pak Lihan,..jgn mau enaknya aj</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah,, daftar antri tunggu pengembalian dananya dah brapa km ni pr investor lihan ya?? pada ga jelas infonya pdhl nama baik sbg ustadz sedang ancur lebur dkarenakan berita yg ga ad dr sumbernya.. Klarifikasi dong wahai para narasumber pak Lihan,..jgn mau enaknya aj</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Julie</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32479</link>
		<dc:creator>Julie</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:38:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32479</guid>
		<description>kyk pa ni, kami investor dr smd.. g taunya kolektor t4 kami invest hpnya g bisa di hubungi.. g aktif terus... uang kami belum di kembalikan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kyk pa ni, kami investor dr smd.. g taunya kolektor t4 kami invest hpnya g bisa di hubungi.. g aktif terus&#8230; uang kami belum di kembalikan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: commentator</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32470</link>
		<dc:creator>commentator</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 09:44:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32470</guid>
		<description>Kutipan-kutipan dari berita Radar Banjar 31 okt 2009 :

&quot;...Kalau dihitung dengan kurs dollar saat ini Rp.9.550,- maka selembar surat utang yang ditunjukkan Lihan kepada 

Radar Banjarmasin itu nilainya hanya Rp.4,7M ...&quot;

&quot;...surat hutang jangka pendek yang dimiliki Lihan baru dapat dicairkan pada saat jatuh tempo tertanggal 28 feb 

2010...&quot;

&quot;...Kalau seandainya perusahaan itu bangkrut dan tak mampu membayar hutangnya,maka surat hutang ini dinyatakan 

gagal bayar..&quot;

&quot;...Kalau melihat surat hutang milik Lihan yang berbentuk fisik,kemungkinan ia membeli antar pihak dan tak 

terdaftar dalam bursa efek,&quot;

Kutipan-kutipan penjelasan Lihan di koran yang sama,tanggal yang sama hal 10

Lihan meminta nasabah tetap tenang soalnya dirinya masih memiliki cukup simpanan dalam bentuk surat berharga 

senilai Rp. 100 trilliun
&quot;... Jika saya ambil satu persennya saja,investasi masyarakat yang ada bisa saya baya,jadi tenang saja...&quot;

Dia menegaskan bahwa &quot; pembayaran minggu keempat bln oktober ini,sebenarnya bukan ke rekening nasabah, melainkan 

cairnya uang ke rekening dirinya &quot;

Pencairan akan dilakukan melalui transfer ke rekening nasabah,mengenai waktunya Lihan tidak bisa memastikan .
&quot; Pihak bank kan tidak bisa mentransfer ke semua nasabah secara langsung karena ada limit perhari.Misalnya cuma 100 

nasabah perhari,maka tiap hari akan ada 100 orang yang menerima,yang lain tunggu giliran&quot;

Kesimpulan :

Silahkan disimpulkan sendiri.


Sumber: Radar Banjarmasin 31-10-2009</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kutipan-kutipan dari berita Radar Banjar 31 okt 2009 :</p>
<p>&#8220;&#8230;Kalau dihitung dengan kurs dollar saat ini Rp.9.550,- maka selembar surat utang yang ditunjukkan Lihan kepada </p>
<p>Radar Banjarmasin itu nilainya hanya Rp.4,7M &#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;surat hutang jangka pendek yang dimiliki Lihan baru dapat dicairkan pada saat jatuh tempo tertanggal 28 feb </p>
<p>2010&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;Kalau seandainya perusahaan itu bangkrut dan tak mampu membayar hutangnya,maka surat hutang ini dinyatakan </p>
<p>gagal bayar..&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;Kalau melihat surat hutang milik Lihan yang berbentuk fisik,kemungkinan ia membeli antar pihak dan tak </p>
<p>terdaftar dalam bursa efek,&#8221;</p>
<p>Kutipan-kutipan penjelasan Lihan di koran yang sama,tanggal yang sama hal 10</p>
<p>Lihan meminta nasabah tetap tenang soalnya dirinya masih memiliki cukup simpanan dalam bentuk surat berharga </p>
<p>senilai Rp. 100 trilliun<br />
&#8220;&#8230; Jika saya ambil satu persennya saja,investasi masyarakat yang ada bisa saya baya,jadi tenang saja&#8230;&#8221;</p>
<p>Dia menegaskan bahwa &#8221; pembayaran minggu keempat bln oktober ini,sebenarnya bukan ke rekening nasabah, melainkan </p>
<p>cairnya uang ke rekening dirinya &#8221;</p>
<p>Pencairan akan dilakukan melalui transfer ke rekening nasabah,mengenai waktunya Lihan tidak bisa memastikan .<br />
&#8221; Pihak bank kan tidak bisa mentransfer ke semua nasabah secara langsung karena ada limit perhari.Misalnya cuma 100 </p>
<p>nasabah perhari,maka tiap hari akan ada 100 orang yang menerima,yang lain tunggu giliran&#8221;</p>
<p>Kesimpulan :</p>
<p>Silahkan disimpulkan sendiri.</p>
<p>Sumber: Radar Banjarmasin 31-10-2009</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Lihan-Hary Center</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32368</link>
		<dc:creator>Lihan-Hary Center</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 22:22:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32368</guid>
		<description>October 27th, 2009 at 10:14 pm  70

Assalamualaikum wr. wb.

Sehubungan dengan kesimpangsiuran berita dan isu yang negatif di masyarakat tentang bapak ust.Lihan,maka bagi investor yang berkepentingan bisa menghubungi kami di lihan.net/
InsyaAllah kami selaku tim pencairan dana ust.Lihan akan membantu semaksimal mungkin.Terima kasih

Wassalam

Harry </description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>October 27th, 2009 at 10:14 pm  70</p>
<p>Assalamualaikum wr. wb.</p>
<p>Sehubungan dengan kesimpangsiuran berita dan isu yang negatif di masyarakat tentang bapak ust.Lihan,maka bagi investor yang berkepentingan bisa menghubungi kami di lihan.net/<br />
InsyaAllah kami selaku tim pencairan dana ust.Lihan akan membantu semaksimal mungkin.Terima kasih</p>
<p>Wassalam</p>
<p>Harry</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: investor galak</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32331</link>
		<dc:creator>investor galak</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 00:08:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32331</guid>
		<description>Yeeeeeessssssssssss...............!!!

Cair dah ampun ku..... Syukur dah...

Sekalinya mudah haja mencairakan modal kita,,,,,, Datangi kolektor dimana kita menyetor duit,takuni baik-baik kayapa pabila dibulikakan modal kita.Ingat takuni baik-baik,jangan kasar atawa sarik,bepadah baik-baik ja...

Amun kadada kepastian, hajar dan pukuli itu kolektor sampai inya menyerah,InsyaAllah duit pian berataan dibulikakannya.Amun inya membulikakan berupa barang, misalanya motor ataw mobil,ambil haja,kaina menjualnya gampang haja,nang penting duit pian berataan tebulik tanpa perlu lagi menghadangi ust.Lihan...

Semoga sukses,,,salam hangat</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yeeeeeessssssssssss&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;!!!</p>
<p>Cair dah ampun ku&#8230;.. Syukur dah&#8230;</p>
<p>Sekalinya mudah haja mencairakan modal kita,,,,,, Datangi kolektor dimana kita menyetor duit,takuni baik-baik kayapa pabila dibulikakan modal kita.Ingat takuni baik-baik,jangan kasar atawa sarik,bepadah baik-baik ja&#8230;</p>
<p>Amun kadada kepastian, hajar dan pukuli itu kolektor sampai inya menyerah,InsyaAllah duit pian berataan dibulikakannya.Amun inya membulikakan berupa barang, misalanya motor ataw mobil,ambil haja,kaina menjualnya gampang haja,nang penting duit pian berataan tebulik tanpa perlu lagi menghadangi ust.Lihan&#8230;</p>
<p>Semoga sukses,,,salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Debby F.</title>
		<link>http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/comment-page-1/#comment-32237</link>
		<dc:creator>Debby F.</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:11:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blog.kutukutubuku.com/2008/09/16/lihan-ustadz-pun-bisa-jadi-pegusaha-berilian/#comment-32237</guid>
		<description>Banyak yang terlanjur berhutang di bank, jual rumah/kebun untuk invest, bahkan ada yang menggadaikan/menjual rumah untuk invest kemudian rumahnya disewa lagi. Kadang aku jadi geli sendiri, kenapa orang pengin cepet kaya tapi pikiran nggak waras lagi. Nggak tahu halal haram lagi. Kalo namanya kerjasama bagi hasil tentu untung rugi sama nanggung. Waktu untung dan dapat hasil invest 8-10% para investor bahagia dan ceria, ketika bangkrut eee....para investor maksa narik modal. Modal yang mana? Kalo usaha bangkrut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak yang terlanjur berhutang di bank, jual rumah/kebun untuk invest, bahkan ada yang menggadaikan/menjual rumah untuk invest kemudian rumahnya disewa lagi. Kadang aku jadi geli sendiri, kenapa orang pengin cepet kaya tapi pikiran nggak waras lagi. Nggak tahu halal haram lagi. Kalo namanya kerjasama bagi hasil tentu untung rugi sama nanggung. Waktu untung dan dapat hasil invest 8-10% para investor bahagia dan ceria, ketika bangkrut eee&#8230;.para investor maksa narik modal. Modal yang mana? Kalo usaha bangkrut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

