Posted By : Kutu
In : Book Reviews
On Tuesday, August 26th, 2008, 4:26 pm

baca selebriti

Judul: Selebriti
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Genre: Metropop
Harga: 63.000,-

Liburan, ga tau nga pain. Semua buku di rumah udah dibaca.Tinggal 1 buku yang dikasih sama Tanti yang dia dapet waktu ikut launching Alberthiene Endah. Agak malas juga bacanya, karena memang saya tidak begitu Hobby baca buku yang beginian. Halaman Pertama dan kedua mood udah drop di titik dramatis,. Tapi berhubung ga ada kegiatan terpaksa dilanjutin. Dan Thanks God Setelah membaca buku di sampai bagian akhir saya sama sekali tidak menyesal.

Untuk anda-anda penggemar bacaan berat memang buku ini jauhhh banget. Tapi sebagai penyegar, buku ini mampu menyegarkan otak yang udah mumet. Cerita bermula si gadis desa “Icha” yang bercita-cita dari kampung pengen kerja di Jakarta yang Mustahal banget untuk ukuran kampungnya. (Hareee geneee??!!!! okey, saya mengerti kalo ini basi banget tapi tahan sodara-sadara..). Icha akhirnya bisa berangkat ke Jakarta dibantu Oleh Deden Mantan pacarnya yang sudah jadi Make-up artist. Tamparan pertama buat Icha karena Deden berubah Jadi Banci. (OMG!).

Akhirnya Icha (berkat bantuan Deden) menjadi assisten Poppy penyanyi Dangdut Beken. Ternyata Poppy memperlakukan Icha bukan sekedar assisten. Tapi sekaligus pembokat. Mood Poppy ini kadang Bagus dan Kadang Ampun-ampunan. Dia siap mengulek hati Icha dengan Bibirnya. Sampai satu ketika Poppy menjadi simpenan salah satu konglomerat. Dan suatu hari istri konglomerat nyamperin rumah Poppy (ingat sesuatu ga sodara-sodara? hehe). Akhirnya Poppy melarikan diri ke kampung.

Kemudian Icha HOKI jadi manager salah satu rapper melalui pertemuan tak sengaja. Dia dan sang rapper yang ujungnya ketahuan terlibat NARKOBA sempat menjalin hubungan. Dan si Rapper tertangkap di malam setelah kencan romantis yang berbuntut lamaran.
Lepas dari Rapper kali ini Berkat bantuan Deden Icha menjadi manager Donna, diva muda. Nah ini juga agak nyeleneh. Sang diva ternyata Hobby nya nge sex.. (Udah pusing sodara-sodara..?). DI STOP aja kali ya review nya.. Hehehe..

Silahkan baca buku ini kalo mood lagi bagus dan waktu sedang senggang. Bacaan ringan dan cukup menghibur.

Review by: Henny Widya

| No Comments » |
Posted By : Kutu
In : Book Reviews
On Sunday, August 24th, 2008, 7:20 pm

baca ciao italia

Judul: Ciao Italia; Catatan Petualangan Empat Musim
Genre: Nonfiction
Author: Gama Harjono
Penerbit: GagasMedia
Cetakan: I, 2008
Tebal: 288 hlm
Harga: 46.000

Jalan – jalan keluar negeri ataupun mengunjungi kota – kota lain di Indonesia adalah satu dari sekian banyak mimpi yang saya tulis di jurnal sejak kecil. Bahkan saya telah menjadikan satu kota dan satu negera menjadi resolusi seumur hidup. Sayangnya sampai usia yang setahun lagi memasuki seperempat abad ini, Kesempatan dan kemampuan memang belum datang menghampiri. Jadi wajar saja kalau sampai umur segini saya hanya bisa menikmati cerita –cerita orang lain melalui artikel mereka di koran, buku, blog maupun TV. Walaupun tidak bisa melihat langsung, namun seakan ada rasa haus yang terpuaskan setelah melahap semua artikel dan tayangan tersebut. Sambil terus bertanya pada diri sendiri, kapan saya akan melakukan petualangan sendiri.

Ciao Italia; Catatan Petualangan Empat Musim, begitu judul buku yang ditulis Oleh Gama Harjono. Dari kata empat musim, saya mengambil kesimpulan bahwa Gama tidak menjadi turis. Sebenarnya saya bisa saja langsung melihat resensi yang ada di belakang buku ini. Namun tidak saya lakukan, semua kalimat – kalimat itu hanya akan menghancurkan petualangan baru saya.

Begitu membuka buku ini, saya langsung disuguhkan beberapa foto-foto berwarna. Dari banyak foto bangunan, hanya satu yang saya tahu, Colloseum. Malah Menara Pisa yang terkenal itu tidak tampak. Saya akui hanya dua bangunan itulah yang saya ketahui jika berbicara tentang Itali. Selebihnya pasti saya hubungkan dengan Pizza, Keju, Spaghetti, Gondola beserta sungai yang tidak jernih. (itu yang terlihat di tv dan di ceritakan di salah satu novel anak – anak). Tentunya tak lupa dengan Liga Itali yang dulu sempat membuat saya betah berjam – jam duduk di depan TV. Ternyata yang saya ketahui hanya sebagian kecil dari ribuan hal yang diceritakan Gama di bukunya.

Yang membuat saya tergelak adalah karena Lira tidak lagi disebut – sebut sebagai mata uang negara ini. Mata uang Euro telah menggantikannya. Padahal sebelumnya dengan bangga saya akan mengucapkan Lira ketika ditanya tentang Itali. Dari cerita Gama juga, saya baru tahu bahwa patung David yang terkenal dan sempat muncul di salah satu episode Sponge Bob ini ternyata ada di Italia. Ampun dah.

Kembali ke petualangan Gama, seakan tak ingin menyia-nyiakan satu detik pun, semua waktu luang digunakan untuk menjelajahi setiap sudut kota. Tak hanya bercerita tentang bangunan- bangunan bersejarah termasuk Museum Seni, Gama juga tak pernah lupa melampirkan semua biaya yang dikeluarkan untuk transportasi. Sehingga buku ini terkadang menjelma menjadi buku panduan. Dan alasan saya mampu melahap setiap lembaran di buku ini karena foto – foto yang turut mendukung cerita tentang keindahan kota – kota di Itali. Saya jadi sedikit mengerti kenapa Gama sampai melakukan banyak pengorbanan hanya untuk bisa menetap di negara ini.

Dari semua kota, yang paling membekas adalah Naples. Dari cerita tentang segala jenis Coffee dan rasa pizza yang katanya enak banget . Dari tulisan Gama, saya bisa ngambil kesimpulan rasa pizza yang beredar di indonesia nggak ada apa-apanya. Tak hanya dari Coffee dan Pizza, yang mengejutkan ternyata gerbong Mafia ternyata bukan hanya ada di Godfather ataupun Man on Fire-nya Denzel Wasington. Di Naples, mereka masih beraksi. Jangan tanya berapa banyak korban yang berjatuhan. Nampaknya sampai saat ini pihak kepolisian juga tak mampu berbuat banyak.

Dari Naples, bagian yang menyenangkan adalah mengikuti kunjungan Gama ke perayaan – perayaan hari besar di Italia. Dari sana saya bisa tahu bagaimana gaya hidup orang italia yang sesungguhnya. Ada beberapa hal yang sama seperti yang terlihat di film. Tak kalah penting adalah sajian makanan – makanan khas yang tentu saja tidak hanya berupa Spaghetti dan Pizza. Yang mengejutkan, di beberapa lembar terakhir, ada sisipan resep.

Yang jelas tak ada habisnya kalau mau mengomentari satu demi satu hal yang dituliskan Gama dalam bukunya. Banyak hal yang saya pelajari dari buku ini.

Sayangnya di buku ini tidak ada peta yang menggambarkan semua perjalanan yang telah di tempuh Gama.Sehingga sekali lagi saya mengandalkan Wikipedia untuk mengetahui letak kota – kota tersebut. Ironisnya, tak satupun nama Perugia, kota tempat tinggal Gama selama setahun belajar di itali, yang tertera di peta. Tak salah kalau Gama menuliskannya sebagai kota kecil.

Namun lepas dari hal di atas, buku ini tetap menarik untuk dilahap. Setidaknya bisa jadi panduan baik bagi orang – orang yang sebentar lagi akan melakukan perjalanan ke sana ataupun yang masih berjuang untuk mewujudkan mimpi jalan – jalan ke negara lain. Memang tak salah kalau ada pepatah yang mengatakan, “Di mana ada kemauan di situ pasti ada jalan” karena semua kata itu terbukti di buku ini.

PS: Thanks berat buat Mbak Ally yang sudah mengirimkan review menarik ini! Buat teman-teman lain yang pengen ikut berkontribusi, kirim review + foto diri dgn buku + link blog/webmu untuk di link balik

|4 Comments »|
Posted By : Kutu
In : Bookalicious
On Thursday, August 21st, 2008, 3:48 pm

project Gutenberg

Kadang kalau lagi bete sama macet, kita suka bingung sendiri. Radio lagunya nggak ada yang bagus, bacaan lupa bawa atau malah males bawa karena berat-beratin tas. Nah, dengan buku-buku gratis dari Project Gutenberg, kamu udah nggak perlu bingung lagi. Ada tons of books yang bisa di-download dan kita transfer ke hape. Dengan begini, kita bisa baca buku kapan saja dan dimana saja :)

Project Gutenberg itu apa sih? Kalau kata websitenya:

Project Gutenberg is the first and largest single collection of free electronic books, or eBooks. Michael Hart, founder of Project Gutenberg, invented eBooks in 1971 and continues to inspire the creation of eBooks and related technologies today.

Lengkap banget dong berarti. Tapi daripada pusing, mending mulai dari yang paling sering di-download aja. Langsung liat Top 100 Ebooks. Klik pada salah satu judul buku yang kamu suka. Nanti ada keterangan soal buku tersebut dan pilihan untuk download file-nya dalam berbagai format. Pilih aja format Plain Text. Klik salah satu pilihan download linksnya. Setelah file-nya masuk ke komputermu, langsung nyalain bluetooth hape-mu, kemudian kirim file-nya ke hape mu via bluetooth. Mudah kan?

Jadi, selamat membaca!  

|3 Comments »|