Posted By : Kutu
In : Book Reviews
On Sunday, August 10th, 2008, 2:20 am

Judul : Dracula
Penulis : Bram Stroker
Penerjemah : Ny. Suwarni A.S
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Mei 2007
Tebal : 528 hlm ; 20 cm
Harga : Rp. 60.000,-

Terinspirasi dari buku The Historian yang baru kubaca beberapa saat lalu, gw buru-buru membeli novel klasik sepanjang abad, yang disebut-sebut sebagai salah satu dari 1001 buku yg layak dibaca sebelum mati; DRACULA. by Bram Stoker

Buku ini pertama diterbitkan tahun 1897 dan tahun lalu (2007) diterbitkan ulang oleh gramedia. Jadi, memang sudah waktunya membaca ulang buku ini (gw sudah pernah baca/atau nonton pilemnya? long time ago). Waktu pertama dapat buku ini gw langsung terkagum-kagum dengan covernya yang seram, warna hitam kucel dengan lis kotak warna mas dan warna text merah darah. Keren.

Cerita dimulai dengan kedatangan tokoh utama, Jonathan Harker, seorang pengacara mewakili sebuah agen real estat di London di kastil Transylvanian milik Count Dracula untuk menutup deal pembelian kastil di London dan membantu kepindahan Count Dracula ke London. Pengalamannya selama menjadi tamu di kastil tersebut membuat jiwanya terguncang, walau pada akhirnya ia bisa juga meloloskan diri. Jonathan kemudian pulang ke Inggris dan menikah dengan Mina, tunangannya.

Sementara itu Count Dracula pun juga tiba di Inggris dengan menumpang sebuah kapal Rusia. Kapal yang ditumpanginya itu ditemukan terombang-ambing terdampar di pantai Wiltby Inggris, tanpa seorang awak kapalpun kecuali mayat nahkoda kapal yang terikat pada kemudi kapal. Dalam kantungnya terdapat jurnal yang menceritakan kejadian-kejadian mengerikan yang terjadi di atas kapalnya. Beberapa saksi mata melihat bahwa ada seekor anjing besar melompat dari kapal dan kabur menuju pekuburan umum.

Lucy Westenra, sahabat Mina menjadi korban pertama Dracula di London. Kesehatan Lucy yang menurun drastis membuat tunangannya Lord Goldaming dan sahabatnya Quincey Morris & Dr. Seward, mengundang Van Helsing yang akhirnya berhasil mendiagnosa sebab dari penyakit “kurang darah” Lucy.

Sayangnya, nyawa Lucy tak terselamatkan dan berubah menjadi vampir. Dengan sangat terpaksa jasad Lucy harus dipenggal kepalanya dan ditusuk jantungnya dengan pasak kayu oleh orang-orang yang mengasihinya. Setelah ekmatian Lucy, kawan-kawannya memburu keberadaan Dracula di Inggris.

NB: Salib & bawang putih tidak akan mempan

| No Comments » |

Leave a Reply