
Ollie, Angel dan Mery baru balik dari perjalanan menyenangkan ke Belitung. Pantainya indah banget dan segalanya sangat tenang seperti di surga. Situasi kayak gini, memang enaknya dihabiskan dengan membaca.
Ollie membawa buku ‘Makna Sebuah Nama – The Namesake‘ yang menang penghargaan Pulitzer dan ditulis oleh Jhumpa Lahiri. Ceritanya tentang seorang anak laki-laki keturunan India yang lahir di Amerika namun memiliki nama orang Rusia. Pergolakan makna dalam nama yang dipilih ayahnya ini yang kemudian terangkai menjadi cerita apik. Angel membaca ‘The Alchemyst‘. Another buku ‘tak masuk akal’ seperti yang sangat suka ia baca. Buku setebal itu telah habis dilalap dalam sekali trip. Mery membaca buku karya Khaled Hosseini, ‘A Thousand Splendid Suns‘. Kata Mery buku ini memiliki gaya yang similar dengan Kite Runner. Maklum penulisnya kan sama
Oh ya, kucing yang kami temui dalam liburan meminjam buku Angel untuk dibaca-baca di kala senggang.
Well, that’s our holiday book. So, what’s yours?
|1 Comment » |











July 9th, 2008 at 10:28 am
Alchemyst, “buku tidak masuk akal” yang baru gw abis baca itu ceritanya seru loh mirip2 Harry Potter. Basically, buku ini tentang petualangan 2 orang remaja kembar yang hidupnya berubah total saat mengetahui bahwa mereka bukan sekedar remaja biasa, melainkan penyihir yang ditakdirkan untuk menyelamatkan dunia dari ancaman para tetua gelap. Banyak tokoh di buku ini yang dibuat berdasarkan tokoh legendaris nyata , seperti Nicholas Flamel, seorang alchemyst terbesar pada zamannya yang (mitosnya) menemukan boku codex, dimana dalam buku itu memuat rahasia kehidupan abadi.