#BookTalk What to Expect from Twivortiare 2 with Ika Natassa

IMG-20141206-WA0003

Beruntung sekali saya bisa bertemu Ika Natassa kembali di Jakarta setelah awal pertemuan kami di Medan beberapa tahun yang lalu. Kali ini Ika meluncurkan buku terbarunya Twivortiare 2, yang merupakan lanjutkan buku Twivortiare yang sukses menjawab rasa penasaran pembaca atas kelanjutan kisah dari Divortiare. Berikut hasil ngobrol-ngobrol dengan Ika:

Ollie: Setelah 2 tahun Twivortiare, akhirnya kamu mengeluarkan Twivortiare 2. Apa sih yang ingin kamu sampaikan dalam buku ini?

Ika: Sebenarnya sih aku ingin memberikan apresiasi ke pembaca, karena pembaca itu suka banget dengan buku yang sebelumnya Twivortiare pertama, mereka merasa bukunya gantung, awalnya aku bikin akun Twitter dengan karakter dari Divortiare sambil ngetweet biasa aja, tapi ternyata banyak yang mention dan bilang “Mba Ika, kalau aku mau baca tweetnya dari awal capek, boleh gak di print aja?” Akhirnya terbitlah Twivortiare. Setelahnya aku masih tetap ngetweet di akun tersebut walaupun gak terlalu sering seperti dahulu, akhirnya ada yang minta lagi buat lanjutannya.

Ollie: Tiba-tiba ada bayi di Twivortiare 2, apa yang membuat kamu mengambil ‘twist’ ini?

Ika: Ceritanya, setelah Alex beberapa tahun menikah tapi belum hamil-hamil kan, akhirnya aku bikin ia hamil hingga melahirkan. Awalnya foto bayi aku beli dari kayak situs stock photos gitu, tapi kan karena dia ngetweet kehidupan sehari-hari otomatis bayinya makin lama makin gede dong. Suatu hari temenku punya temen yang anaknya lucu terus di posting di Path dan aku iseng, gimana kalau kita jadiin modelnya. Aku tanya sama Mamanya boleh gak, dan Mamanya mengizinkan. Dan akhirnya aku sering dikirimin foto dari mulai bayi sampe sekarang sudah 18 bulan.

Ollie: Aww… lucu banget! Setelah aku baca-baca tweetnya, spesifik banget pengalaman pasangan suami istri dan satu bayi pula, kamu risetnya gimana?

Ika: Nggak ada sih. Kalau dulu tentang cerita perkembangan kehamilan aku pakai aplikasi namanya ‘What to Expect” aku lupa waktu itu berbayar atau gratis, caranya hanya masukin tanggal terakhir umur bayi tersebut kemudian setiap hari akan ada update perkembangannya. Jadi ketika Alexandra-nya hamil aku bikin akun atas nama dia dan aku tahu tiap hari bayinya berkembang tentang apa.

Ollie: Seru banget! Kamu benar-benar nggak memperhatikan teman-teman kamu yang menikah atau apa untuk risetnya?

Ika: Nggak punya waktu, karena itu ngetweetnya kan sambilan, di kantor juga gak kepikiran yang seperti itu. Misalnya mau jalan ke nasabah terus di jalan aku tweet, aku nggak bikin rencana dia mau hamil kapan, dia mau melahirkan kapan, jalanin saja. Namun kalau kehabisan ide untuk ngetweet, ya sudah menghilang saja untuk beberapa hari, dan setelahnya bilang sibuk untuk beberapa hari yang terlewat tersebut.

Ollie: Haha… good idea. Pertanyaan ini mewakili pembaca baru, mengapa mereka harus baca Twivortiare 2?

Ika: Karena menurut aku membaca Twivortiare itu seperti membaca kehidupan orang yang sesungguhnya yang kadang-kadang ada masa datarnya, nggak ada kejadian yang bergairah dalam hidup, tapi ada kejadian dalam hidup kita yang bikin ribet dan kemudian tiba-tiba kehidupan kembali damai. Kehidupan Alexandra sendiri tidak dibuat layaknya novel yang ada pembukaan, ada konflik dan ada solusinya. Tapi buatnya kayak hidup, ada beberapa konflik yang tidak selesai-selesai. Kalau di luar orang bisa lihat Alexandra orang kantoran biasa, padahal di belakang ada perjuangan hidup yang harus dihadapin, tapi juga manusiawi kalau lagi bete juga ngobrolnya di Twitter juga.

Di sini aku mau kasih semacam sahabat virtual untuk pembaca. Karena pernah ada yang curhat sama Alexandra dan aku jawab sesuka hatiku dan ternyata malah banyak yang curhat tentang apapun dan akhirnya aku jawab dengan gaya bicara Alexandra dan akhirnya banyak yang suka. Ini bisa jadi ajang virtual best friend pembaca, karena mereka bisa ngobrol dan curhat tanpa harus takut dihakimi, karena Alexandra ini tidak ada.

Ollie: Sejauh ini, Hubungan Alexandra dan Beno seperti apa?

Ika: Biasa-biasa aja, layaknya keluarga pada umumnya, kadang ada berantemnya. Aku mau menunjukan di situ pada akhirnya, akan ada sesuatu yang baru, sesuatu hal yang bikin geregetan.

Ollie: Buku ini akan segera keluar, kapan?

Ika: Tepatnya tanggal 17 Desember 2014.

Thanks a lot Ika untuk waktunya!

Guys, pesan sekarang buku Twivortiare 2 di Kutukutubuku.com ya!

SAM_5982

Quality Time with Trinity The Naked Traveler

Setelah kepulangannya dari perjalanan keliling dunia tahun lalu, saya kemarin akhirnya bisa bertemu juga dengan Trinity ‘The Naked Traveler’ yang merupakan teman baik dan juga travel buddy saya. Kami memilih duduk di pelataran sebuah kedai kopi di Plaza Senayan dan bertukar cerita tentang kehidupan selama setahun belakangan. Trinity yang ceplas ceplos, bilang pada saya bahwa tidak ada romantisme yang membuatnya memutuskan untuk pergi berpetualang selama setahun bersama sahabatnya Yasmin. Dia hanya ingin pergi saja. Menurut saya, ini simbol seseorang yang powerful. Ia tahu siapa dirinya, percaya dengan potensi dirinya dan berjalan maju dengan faith-nya pada hidup.

“If you don’t mind, it doesn’t matter!” Kata Trinity kepada saya, saat kami mendiskusikan soal persepsi orang lain terhadap hidup kita. Saya mengangguk sambil menyesap jus nanas saya.

SAM_5982

Berikut ringkasan obrolan kami kemarin sore!

Miss T = Trinity. Miss O = Ollie.

Kapan Miss T memutuskan buat jalan-jalan ke suatu tempat? 

Miss T: Yang penting ada dua hal: lo punya waktu berapa lama dan punya duit berapa, baru lo menentukan tujuannya.
Miss O: Bukan dari ngelihat tempatnya dulu, lo inspired dan baru nabung?
Miss T: Kecuali yg kaya kemaren (TNTrtw trip) satu tahun, itu kan udah bertahun-tahun yah kita persiapan nabungnya. Tapi kalau jalan biasa trus kita ngayal nih pengen nabung, nggak bakal kejadian, nggak jalan-jalan, kita udah keburu sakaw.

Mana tempat yg paling berkesan nih dari semua yg udah dikunjungin? Kenapa?

Miss T: Oh. Banyak banget deh. Boleh nggak bilang Indonesia?
Miss O: Boleh. Indonesia suka mananya?
Miss T: Menurut gue indonesia dimana-mana pun tuh tetep unforgettable yah. Semakin sering keluar negeri, kita semakin cinta sama Indonesia. Indonesia ini kayak kawah candradimuka untuk lo bisa kemana mana di luar negeri. Karena apa? kalo lo udah bisa lulus, khatam di indonesia, lo gampang banget eksplor di sana. Karena the beauty of indonesia tuh adalah di ketidakpastiannya. Jadi lo challenge nya banyak.  Nggak ada yang lebih indah daripada pantai dan underwater Indonesia.

SAM_5978

Banyak teman mengeluh tidak bisa menyelesaikan buku traveling. Ada tips nggak? Creative process kamu gimana sih? 

Miss T: Tergantung genre-nya apa yah yang lo mau tulis di travel writing ini. Kalo lo mau nulis guidebook, lo wajib punya notes, mengumpulkan semua bon, mencoba segala macem rute dan lo harus organize orangnya. Jadi lo harus tentukan dulu orangnya kayak  gimana? Jadi karena gue orangnya messy dan gue impulsif dan tidak pernah terplanning, makanya gue menulisnya tuh cerita-cerita yang journey bukan destination. Nah, kalo menulis journey agak lebih gampang, jadi gue tidak semua tempat memang bisa gue tulis tapi yg gue inget banget di memory gue itulah yg gue tulis. Tapi misalnya buat mengingat sebuah tempat, biasanya gue motret sih, kan gue pake kamera pocket tuh, jadi suka gue foto tanda di depan tempatnya, jadi gue bisa inget dan sebagai reminder kalau gue lagi nulis.
Miss O: kalau yg gue perhatikan dari tulisan kamu, the way you write itu, ada topiknya, terus semua kejadian dari berbagai kota kamu tumpukin.
Miss T: Ada yg kaya gitu juga. Ada yg per insiden. Jadi misalnya gini, gue gak pernah lupa waktu itu gue naik bis dari satu kota A ke kota B di Peru, dimana bis-nya busuknya minta ampun. Jadi itu bisa jadi satu cerita. Nggak mungkin digabung dengan review bis di seluruh amerika selatan, karena itu terlalu panjang untuk ditulis.
Miss O: Jadi tipsnya apa dong biar sukses menulis buku traveling?
Miss T: Menurut gue kesuksesan gue, dalam ilmu manajemen namanya: first mover advantage. Karena gue duluan disaat orang-orang belum, jadi gue dianggap lebih ahli atau lebih hebat, karena gue duluan aja.
Miss O: Kalau menurut gue perbedaan kamu ada di gaya nulis.
MissT: Kalau orang nggak pinter nulis tentang travel memang akan menjadi membosankan.
Miss O: How to find your ‘voice’?
Miss T: Menurut gue travel writer yg baik itu adalah yang sering jalan-jalan. Banyak gue lihat orang yang nulis tentang traveling tapi dia udah nggak jalan-jalan lagi, jadi nggak terasah. Pengalaman didapat dari banyak jalan-jalan, jadi observasi lo bisa lebih tajam.
Miss O: Pernah nggak lo planning dan nentuin angle penulisan dari awal?
Miss T: Nggak pernah.
Miss O: Just go with the flow aja?
Miss T: Iya. Gue nggak bakal enjoy kalo ada plan di kepala gue. Tapi kalo misalnya lo harus menulis sesuatu yg spesifik misalnya ’10 tempat makan enak di Singapur yang murah’,  Nah lo harus plan, karena waktunya terbatas kalau nggak direncanain bisa nggak sukses riset-nya.

Pernah gak sih mengalami writer’s block? Writer’s block itu ada gak sih menurut Miss T?

Miss T: Ada tapi lama-lama gue pikir sebenernya it just an excuse. Kalo gue dalam keadan bosen, biasanya gue keluar aja ketemu orang kayak lo supaya dapat inspirasi, belajar sama orang, tetap terus meng-upgrade diri lah. Writer’s block itu alasan aja.

Berapa lama sih waktu yang dibutuhkan buat nulis satu buku?

Miss T: Ya sekitar 6 bulan paling.

Seandainya nulis buku fiksi, apa yg pengen Miss T tulis dan genre apa yg dipilih?

Miss T: Aduh Itu yang pengen gue pelajari.
Miss T: Gini, gue lagi sangat pengen belajar lagi caranya nulis fiction. Kenapa gue nggak nulis fiksi, karena gue orangnya nggak suka baca fiksi juga gitu. Gue tuh orangnya sama sekali nggak romantis, gue orangnya sangat realistis, jadi suka bingung kalau baca fiksi, “Kok bisa sih lo menciptakan karakter yg kaya gini?”
Miss T: Misal gue harus bikin fiksi, mungkin gue pengen bikin sesuatu yang lain, bukan traveling lagi. Gue malah pengen nulis thriller yang kayak pembunuhan gitu. Karena gue sangat tertarik, mungkin karena gue suka nonton CI (Crime Investigation) gitu. Serem nggak sih? Karena cinta itu temanya udah banyak.
Miss O: Banyak dan tetap yang paling laku

What’s your next plan?

Miss T: Sekarang sedang membuat buku TNT RTW (The Naked Traveler Round The World) ini, habis Lebaran mudah-mudahan terbit sedang kejar-kejaran ama deadline. Oh, The Naked Traveler mau jadikan film juga, tahun depan mudah2an jadi.
Miss O: Wow, congratulations! Keren!

***

We had such a great time, ketawa-ketawa dan ngobrol ngalor ngidul. Wawancara di atas hanya sebagian kecil saja dari perbincangan kami dari siang sampai #DebatCapres :))

Saya tahu Miss T sedang sibuk menulis menyelesaikan buku barunya, maka saya dan segenap tim Kutukutubuku.com mengucapkan banyak terima kasih atas waktunya dan semoga kapan-kapan bisa jalan bareng lagi!

Buku-buku Trinity bisa dibeli di Kutukutubuku.com dengan diskon 15%. BUY NOW!

Pemenang #bookshelfies (Mei Minggu Pertama)

Holaaaaaa kutukutubukuers ^_^

Ini dia pemenang kontes foto #bookshelfies dengan tema ‘Me and My Shelf’

bookshelfies

“So I decided to make a video for my tiny library rather than a picture :>” #bookshelfies

** Profil Pemenang **

@veramonic4 (IG)
@VERAMONIC4 (twitter)

** Me and My Shelf **

It has been 1 year since I owned my bookshelf. I started became a books lover back then when I was still in Junior High School first year. At that time, my friends asked for help to accompany her to the rental bookstore and so I agreed. I was firstly more attracted to comics, but after that, I was just really in love with Agnes Jessica‘s book such as : Rumah beratap Bougenvil, Peluang Kedua, Sepatu Kaca and others else. I decided to buy novel because I feel that satisfied feeling when i got that book to be mine. And up till now, I have more than 400 books in my bookshelf and still counting. 200 of them are novels. The novels are various; from Indonesia novels, english novel, and translation novels. The Indonesia novel were usually I bought, but the english and others were gift from my friends.

The end, story about my bookshelf…

Mau kaya aku?

Yuk ikut kontes foto #bookshelfies ‘Me and My Shelf’.

Caranya:
1) Follow akun instagram @kutukutubukuers
2) Post fotomu dan tag instagram @kutukutubukuers
3) Wajib menyertakan hashtag #bookshelfies dalam postingannya.

Pemenang akan diumumkan setiap minggunya via facebook, twitter dan instagram.
Profile dan story tentang ‘Me and My Shelf’ pemenang juga akan dimuat di blog.kutukutubuku.com

Pemenang akan mendapatkan sebuah buku gratis dan berhak memilih sendiri judul buku sesuai dengan list yang disediakan.

Happy selfie kutukutubukuers :P